Beranda / Berita / Dolar AS Melonjak Pengembang Ungkap Bahaya Tersembunyi

Dolar AS Melonjak Pengembang Ungkap Bahaya Tersembunyi

Dolar AS Melonjak Pengembang Ungkap Bahaya Tersembunyi

Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) yang terus merangkak naik mulai menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan pengembang perumahan. Sektor properti, khususnya perumahan, diprediksi akan merasakan dampak signifikan dari fenomena ini. Menurut laporan jabarpos.id, para pelaku industri real estat mulai buka suara mengenai potensi ancaman yang mengintai pasar hunian di Tanah Air.

Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI), Joko Suranto, menyatakan bahwa pelemahan rupiah terhadap dolar AS memang berpotensi memukul industri perumahan. Namun, efeknya tidak akan langsung terasa. "Dampak negatif ini baru akan terlihat jelas dalam rentang waktu tiga hingga enam bulan ke depan," ujarnya, menekankan bahwa pengembang mungkin masih bisa menahan tekanan dalam jangka pendek, tetapi situasi bisa menjadi lebih berbahaya setelah periode tersebut.

Baca juga:  OJK Beri Lampu Kuning, 11 Pinjol Terancam Gulung Tikar?
Dolar AS Melonjak Pengembang Ungkap Bahaya Tersembunyi
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Joko menjelaskan, sektor yang paling rentan adalah industri manufaktur padat karya, terutama yang memiliki pinjaman dalam mata uang dolar AS atau sangat bergantung pada bahan baku impor. Tekanan dari sektor ini kemudian akan merembet ke industri perumahan dan pendukungnya, termasuk pemasok bahan bangunan. Lebih lanjut, Joko menyoroti bahwa segmen perumahan rakyat, termasuk rumah bersubsidi, akan menjadi yang paling terdampak. Berbeda dengan perumahan mewah yang segmentasinya cenderung lebih stabil dan memiliki daya dukung finansial tinggi, kelas menengah dan bawah tidak memiliki banyak pilihan untuk menyiasati kenaikan biaya.

Baca juga:  Terungkap Jaminan Polis Asuransi Tak Semudah Itu

Senada, Ketua Umum Aliansi Pengembang Perumahan Nasional (Appernas), Andriliwan Muhammad atau yang akrab disapa Andre Bangsawan, mengakui bahwa dampak kenaikan dolar AS sudah mulai dirasakan oleh kontraktor dan pengusaha bahan bangunan. "Kenaikan harga bahan-bahan bangunan sudah terasa, meski saat ini belum terlalu signifikan," kata Andre.

Andre menambahkan, stok bahan bangunan yang masih tersedia cukup banyak di gudang pengembang menjadi penahan sementara. Namun, ia memperingatkan bahwa jika pemerintah tidak segera mengambil langkah antisipasi dalam tiga bulan ke depan, dampak serius bisa terjadi. "Dalam dua hingga tiga bulan mendatang, kenaikan harga bisa jauh lebih tinggi dan berdampak serius," tegasnya.

Baca juga:  Pos Pengamanan untuk Natal dan Tahun Baru Yang Disiapkan Oleh Polresta Bogor Kota

Meskipun demikian, Andre memastikan bahwa Appernas tetap berkomitmen penuh untuk mendukung program pemerintah dalam membangun 3 juta rumah. "Kenaikan dolar tidak akan menyurutkan semangat kami untuk mewujudkan program tersebut, apalagi dengan adanya tenor pinjaman hingga 40 tahun," pungkasnya, menunjukkan optimisme di tengah tantangan yang membayangi.