Telkom Siap Berubah Drastis Puluhan Anak Usaha Tutup

Author Image

Endang Wulansari

9 Juni 2026, 00:04 WIB

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) bersiap menghadapi restrukturisasi besar-besaran di bawah arahan Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria. Rencana perampingan ini akan berdampak pada penutupan belasan anak usaha dan konsolidasi puluhan lainnya. Informasi yang dihimpun jabarpos.id menyebutkan, langkah strategis ini bertujuan untuk menjadikan Telkom lebih ramping dan fokus. Dari 67 anak usaha yang ada saat ini, Telkom menargetkan hanya akan menyisakan 19 entitas.

Dony Oskaria, yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara, menjelaskan bahwa sekitar 12 hingga 14 anak usaha akan dihentikan operasionalnya. Selain itu, sebanyak 48 anak usaha lainnya akan menjalani proses konsolidasi, baik melalui skema merger maupun likuidasi. Pernyataan ini disampaikan Dony usai rapat dengan Komisi VI di gedung DPR RI Jakarta, Senin (8/6/2026), menggarisbawahi urgensi transformasi di tubuh perusahaan telekomunikasi pelat merah tersebut.

Telkom Siap Berubah Drastis Puluhan Anak Usaha Tutup
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Langkah ini merupakan bagian integral dari upaya Telkom untuk membangun struktur bisnis yang lebih efisien, fokus, dan kompetitif, sekaligus memperkuat perannya sebagai holding digital strategis. Dony menegaskan, meskipun akan ada penggabungan dan penutupan, tidak akan ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal. Karyawan dari anak usaha yang terdampak merger atau likuidasi akan dialihkan dan dipekerjakan di perusahaan yang dimerger, memastikan keberlanjutan karir mereka.

"Misalkan seperti fiber optik, itu nanti terkonsolidasi ada beberapa perusahaan yang jadi satu, kan size-nya jadi besar, karyawannya ikut. Kan banyaknya merger, gitu," jelas Dony, memberikan gambaran bagaimana proses transisi karyawan akan berlangsung.

Sebelumnya, Dony telah mengadakan pertemuan dengan Direktur Portfolio/Bisnis PT Telkom Indonesia di Wisma Danantara Indonesia untuk membahas kemajuan pelaksanaan streamlining. Dalam kesempatan tersebut, Dony juga membagikan pandangannya melalui akun Instagram pribadinya. "Langkah ini menjadi bagian dari transformasi besar Telkom untuk membangun struktur bisnis yang lebih ramping, fokus, dan kompetitif dalam memperkuat perannya sebagai strategic holding digital," tulis Dony, dikutip Selasa (26/5/2026).

Dalam pembahasan tersebut, manajemen Telkom memaparkan sejumlah langkah strategis, mulai dari merger, divestasi, likuidasi, hingga pembentukan enterprise holding baru. Ini semua dilakukan untuk memperkuat fokus bisnis digital dan infrastruktur telekomunikasi nasional. Beberapa agenda prioritas yang terus dipercepat meliputi konsolidasi FiberCo BUMN, pengembangan Data Center, TowerCo, InfraCo, serta penataan lisensi Telkom Group. Semua inisiatif ini dirancang untuk mendukung transformasi menuju strategic holding digital yang lebih adaptif dan berdaya saing global.

"Melalui transformasi ini, BP BUMN bersama Danantara terus mendorong penguatan tata kelola, efisiensi bisnis, optimalisasi aset, serta konsolidasi ekosistem digital nasional agar BUMN semakin agile, sehat, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi digital Indonesia ke depan," pungkas Dony, menegaskan visi besar di balik perampingan Telkom.

Related Post