Dony Oskaria Ungkap Bank BUMN di Puncak Kinerja

Author Image

Endang Wulansari

11 Juni 2026, 00:04 WIB

Kepala Badan Pelaksana BUMN, Dony Oskaria, yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer Daya Anagata Nusantara (Danantara), menegaskan komitmennya terhadap penguatan industri pasar modal Indonesia. Dalam sebuah pernyataan eksklusif kepada jabarpos.id, Dony mengungkapkan bahwa ia baru saja menyelesaikan pertemuan penting dengan para pemimpin sekuritas, di mana ia memaparkan kondisi fundamental perbankan nasional yang disebutnya berada dalam posisi terbaik saat ini.

Pertemuan tersebut, yang dihadiri oleh sekitar 30 pimpinan perusahaan sekuritas, berlangsung usai rapat dengan Komisi VI di gedung DPR RI Jakarta pada Rabu lalu. Dony menjelaskan bahwa inisiatif pemerintah dalam mendukung pasar modal disambut antusias oleh para pelaku pasar. "Mereka baru memahami program-program pemerintah," ujarnya, menyoroti pentingnya komunikasi yang transparan.

Dony Oskaria Ungkap Bank BUMN di Puncak Kinerja
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Salah satu bentuk dukungan konkret BUMN terhadap pasar modal adalah melalui aksi pembelian kembali (buyback) saham. Rencana ini sejalan dengan langkah emiten bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang juga akan melakukan buyback. Dony menekankan bahwa langkah korporasi ini adalah hal yang lumrah ketika harga saham tidak mencerminkan nilai fundamental perusahaan yang sebenarnya.

"Kan sayang," ungkap Dony. Ia menambahkan bahwa banyak saham di pasar modal Indonesia, khususnya sektor perbankan dan infrastruktur, memiliki fundamental yang sangat kuat namun harganya belum optimal. Meskipun tidak memberikan instruksi langsung untuk buyback, Dony menyatakan dukungan penuhnya terhadap langkah tersebut di tengah dinamika pasar saat ini. "Fundamental bank-bank kita itu dalam posisi yang terbaik hari ini," tegasnya, meyakini bahwa perusahaan lain pun akan melakukan hal serupa jika melihat peluang keuntungan dari saham yang undervalue.

Kinerja positif emiten bank plat merah yang tercermin dari laporan keuangan mereka yang transparan menjadi bukti nyata kekuatan fundamental tersebut. Sebagai perusahaan terbuka, buku keuangan bank-bank ini dapat diakses publik, menunjukkan posisi finansial yang sangat prima. Kondisi ini, menurut Dony, akan menumbuhkan kepercayaan investor untuk menempatkan dananya di pasar modal. "Jadi kalau sahamnya turun kan sayang, ya kita ambil aja," pungkasnya, menggarisbawahi potensi keuntungan bagi korporasi yang melakukan buyback saat fundamental tetap kokoh.

Related Post