Indonesia Siap Mandiri Susu

Author Image

Endang Wulansari

14 Juni 2026, 12:04 WIB

Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tengah gencar mengimplementasikan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Inisiatif ini bukan sekadar upaya meningkatkan status gizi masyarakat dan menanggulangi stunting, melainkan juga strategi komprehensif untuk memberdayakan ekonomi lokal serta memperkuat ketahanan pangan nasional. Salah satu elemen krusial dalam paket gizi MBG adalah susu, komoditas yang konsumsinya masih tergolong rendah di Indonesia. jabarpos.id melaporkan, peningkatan signifikan dalam produksi susu oleh peternak lokal diyakini akan menjadi kunci utama untuk menekan angka impor susu di Tanah Air.

Prof. Epi Taufik, seorang Tim Pakar Bidang Susu dari Badan Gizi Nasional (BGN), menyoroti bahwa rendahnya tingkat konsumsi susu di Indonesia tidak terlepas dari minimnya perhatian pemerintah terhadap sektor ini di masa lampau. Ia berharap, kehadiran program MBG dapat menjadi katalisator yang efektif untuk mendongkrak kebiasaan minum susu masyarakat, sehingga Indonesia tidak lagi menyandang predikat sebagai negara dengan konsumsi susu terendah di kawasan ASEAN.

Indonesia Siap Mandiri Susu
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Di sisi lain, pertumbuhan peternakan sapi perah lokal belum mampu mengimbangi lonjakan permintaan susu yang mencapai 6% per tahun. Tren perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin menggemari produk olahan susu menjadi pemicu utama kenaikan permintaan ini, menciptakan jurang lebar antara pasokan domestik dan kebutuhan pasar.

Andrew Saputro, Corporate Affair Director PT Frisian Flag Indonesia, turut menyampaikan pandangannya. Menurutnya, konsumsi susu di Indonesia cenderung stagnan akibat rendahnya edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya budaya minum susu sejak dini.

Oleh karena itu, upaya peningkatan konsumsi susu harus berjalan beriringan dengan pengembangan produksi susu lokal yang berkualitas. Langkah ini diharapkan tidak hanya memberdayakan ribuan peternak sapi perah di seluruh Indonesia, tetapi juga secara signifikan mengurangi ketergantungan terhadap impor susu dari luar negeri.

Dengan sinergi antara program pemerintah, dukungan industri, dan partisipasi masyarakat, visi kemandirian susu nasional yang berkelanjutan bukan lagi sekadar impian, melainkan sebuah realitas yang dapat diwujudkan demi gizi bangsa yang lebih baik.

Related Post