Purbaya Gelontorkan Dana Triliunan Rupiah Ini Alasannya

Author Image

Endang Wulansari

29 Juni 2026, 04:04 WIB

Pemerintah kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan rencana penyuntikan dana segar senilai Rp 75 triliun hingga Rp 100 triliun kepada perbankan milik negara atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Kebijakan ini, yang diungkapkan dalam media briefing pada Sabtu (28/6/2026), bertujuan untuk memastikan likuiditas sektor perbankan tetap terjaga di tengah gejolak pasar. Informasi ini didapatkan oleh jabarpos.id.

Purbaya menjelaskan, mekanisme penyuntikan dana ini akan memanfaatkan dana pemerintah yang selama ini menganggur di Bank Indonesia, tersimpan dalam Rekening Kas Umum Negara (RKUN). "Saya akan kembalikan lagi uang pemerintah ke Himbara. Bahkan saya tambah, tadinya 200 tambah saya, saya tambah Rp100 triliun. Nanti ada yang Rp75-100 triliun lebih fleksibel. Jadi akan cukup likuiditas di sektor perbankan kita," tegas Purbaya.

Purbaya Gelontorkan Dana Triliunan Rupiah Ini Alasannya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Secara total, Purbaya menyebutkan akan menyuntikkan likuiditas sebesar Rp 400 triliun ke bank-bank Himbara. Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran akan "kekeringan likuiditas" yang dialami Himbara akibat tekanan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat beberapa waktu terakhir. "Yang masalah Himbara. Ada yang ribut kemarin. Ada yang nanya tuh, itu kan di sana udah mulai kekeringan likuiditas. Saya bilang ke mereka saya akan kembalikan lagi uang pemerintah ke Himbara, bahkan saya tambah," jelasnya.

Kebijakan menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke Himbara bukanlah hal baru bagi Purbaya. Sejak dilantik tahun lalu, ia telah menerapkan strategi "guyur-serok" ini. Pada September 2025, dana Rp 200 triliun diguyurkan, kemudian ditambah Rp 75 triliun pada November 2025, menjadikan total Rp 275 triliun. Namun, pada awal 2026, Rp 75 triliun ditarik kembali. Selang beberapa bulan, Rp 100 triliun kembali diguyurkan dari kantong pemerintah ke Himbara.

Dinamika "guyur-serok" ini berlanjut cepat pada Juni 2026. Setelah menarik dana SAL secara bertahap dua pekan lalu, hari ini diputuskan untuk kembali mengucurkan dana sebesar Rp 400 triliun. Rinciannya, "Sisanya Rp170 di sana (Bank Himbara). Saya balikin lagi jadi Rp200 triliun yang jangka panjang. Tambah Rp100 triliun lagi mungkin yang jangka 3-4 bulan ya. Terus tambah lagi yang fleksibel Rp100 triliun lagi. Jadi Rp400 triliun (totalnya)," papar Purbaya.

Keputusan penting ini, menurut Purbaya, baru diambil setelah ia mengadakan rapat dengan para pimpinan bank Himbara pada pagi hari yang sama. Tambahan dana SAL tersebut akan didistribusikan kepada lima bank Himbara utama: Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI.

Purbaya menegaskan bahwa tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk menjaga roda perekonomian tetap berputar. "Karena kalau mereka cukup, otomatis uangnya akan mengalir ke sistem keuangan," ujarnya. Ia khawatir jika likuiditas kering, pertumbuhan ekonomi akan terhambat karena penyaluran kredit tidak bisa berjalan optimal. "Ketika uang kering, perekonomian nggak jalan karena kreditnya nggak tumbuh," pungkasnya.

Related Post