Rahasia Miliaran Dolar Bursa Prediksi Guncang Wall Street

Author Image

Endang Wulansari

24 Juli 2026, 18:04 WIB

Sebuah revolusi senyap tengah terjadi di jantung industri keuangan global. Platform pasar prediksi seperti Kalshi dan Polymarket, yang semula dikenal sebagai arena taruhan publik untuk hasil pemilu, pertandingan olahraga, hingga keputusan bank sentral, kini berambisi melangkah lebih jauh. Mereka ingin menjadi bagian integral dari infrastruktur pasar keuangan, setara dengan bursa derivatif konvensional. Ambisi besar ini, seperti dilaporkan jabarpos.id, bertujuan untuk menarik dana raksasa dari Wall Street dan mengubah cara dunia berinvestasi pada masa depan.

Gagasan transformatif ini berakar dari pengalaman Luana Lopes Lara, wanita berusia 30 tahun yang juga salah satu pendiri Kalshi. Selama berkarier di sejumlah hedge fund terkemuka di Wall Street, seperti Citadel Securities dan Five Rings Capital, Lopes Lara mengamati bagaimana manajer investasi seringkali membangun strategi yang sangat rumit hanya untuk mengambil posisi pada peristiwa spesifik, misalnya hasil pemilihan umum atau kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Rahasia Miliaran Dolar Bursa Prediksi Guncang Wall Street
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Melalui pasar prediksi, investor kini dapat secara langsung memperdagangkan probabilitas suatu peristiwa tanpa perlu menyusun portofolio yang kompleks. Ini membuka pintu bagi siapa saja, mulai dari investor ritel hingga institusi besar sekelas Goldman Sachs, untuk mengekspresikan pandangan mereka tentang masa depan dengan cara yang lebih efisien. "Apa yang kami bangun adalah bursa keuangan di mana siapa pun, dari pedagang Robin Hood hingga Goldman Sachs, bahkan seorang mahasiswa di asrama MIT, dapat bertransaksi langsung berdasarkan pandangan mereka tentang masa depan," ujar Lopes Lara, mengutip The Economist.

Popularitas pasar prediksi telah melonjak tajam dalam beberapa tahun terakhir. Kalangan penggunanya pun meluas, tidak hanya terbatas pada investor profesional, tetapi juga mahasiswa, pekerja lepas, hingga masyarakat umum yang tertarik menguji kemampuan mereka dalam membaca berbagai peristiwa. Mengutip The Block, aktivitas transaksi di Kalshi pada Juni lalu mencapai sekitar US$33 miliar. Sementara itu, Polymarket mencatat transaksi sekitar US$10,7 miliar di platform internasional berbasis kripto, ditambah sekitar US$3,3 miliar melalui platform yang telah diregulasi di Amerika Serikat.

Meskipun volume perdagangan ini masih jauh di bawah bursa derivatif utama dunia, pertumbuhan pesat tersebut telah melambungkan valuasi kedua perusahaan. Kalshi dikabarkan tengah menggalang pendanaan dengan valuasi mencapai sekitar US$40 miliar, sedangkan Polymarket diperkirakan bernilai sekitar US$15 miliar. Namun, untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ini, pasar prediksi harus mampu menarik partisipasi investor institusional yang memiliki kapasitas transaksi jauh lebih besar.

Sejumlah hedge fund, manajer aset, hingga perusahaan perdagangan frekuensi tinggi (HFT) mulai memantau perkembangan industri ini dengan seksama. Bahkan, beberapa perusahaan perdagangan telah berperan sebagai market maker untuk menjaga likuiditas pasar. Di sisi lain, mahasiswa keuangan mulai memanfaatkan rekam jejak keberhasilan mereka di pasar prediksi sebagai portofolio berharga saat melamar pekerjaan di lembaga keuangan besar.

Kalshi sendiri telah berupaya menyediakan berbagai kontrak yang lebih relevan bagi investor institusional. Selain pasar mengenai keputusan suku bunga Federal Reserve, perusahaan juga menawarkan kontrak terkait harga listrik, minyak, hingga kapasitas komputasi yang dapat dimanfaatkan sebagai instrumen lindung nilai. Kalshi bahkan bekerja sama dengan ARK Invest untuk menghadirkan pasar yang menjawab pertanyaan investasi spesifik, seperti kemungkinan perusahaan bioteknologi memperoleh persetujuan regulator atas produk tertentu.

Meski demikian, minat terhadap kontrak-kontrak yang lebih "serius" ini masih relatif terbatas. Nilai transaksi terbesar justru masih didominasi oleh pasar olahraga, yang menyumbang lebih dari 70% aktivitas perdagangan. Kontrak terkait kebijakan moneter, sebagai perbandingan, hanya mencatat nilai transaksi sekitar US$30 juta.

Selain memperluas variasi produk, tantangan terbesar pasar prediksi adalah membangun kepercayaan terhadap integritas pasar. Investor institusional membutuhkan jaminan bahwa seluruh peserta memiliki akses informasi yang setara dan tidak ada praktik curang. Sepanjang tahun ini, Kalshi sempat menemukan kasus editor yang bekerja untuk kreator konten MrBeast diduga memanfaatkan informasi internal dalam aktivitas perdagangan. Kasus lain melibatkan seorang kandidat gubernur California yang diketahui bertaruh pada hasil pemilihannya sendiri.

Kasus-kasus semacam itu memicu kekhawatiran mengenai praktik insider trading yang dapat merusak kredibilitas pasar prediksi. Kalshi menyatakan telah menerapkan proses penyaringan pengguna dan sistem pengawasan transaksi secara real time guna mendeteksi aktivitas yang mencurigakan.

Di sisi lain, kepastian regulasi juga menjadi faktor penting sebelum investor institusi meningkatkan eksposur mereka. Di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dinilai lebih terbuka terhadap perkembangan pasar prediksi. Namun, pesatnya pertumbuhan industri justru memperlihatkan masih banyak aspek regulasi yang belum memiliki kejelasan. Awal tahun ini, CFTC mulai menyusun aturan baru yang diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai mekanisme penyelesaian sengketa, tata cara penutupan kontrak, hingga perlindungan investor.

Untuk mematangkan platformnya, Kalshi juga meluncurkan Kalshi Pro, sebuah platform desktop yang memungkinkan investor memantau sekitar 2.000 pasar secara simultan serta menganalisis berbagai posisi investasi secara lebih efisien. Langkah ini dinilai sebagai upaya mentransformasi pasar prediksi dari platform yang masih berkembang menjadi infrastruktur perdagangan yang lebih matang.

Meski demikian, sejumlah pelaku industri menilai pasar prediksi masih membutuhkan fitur leverage atau margin trading yang lebih fleksibel agar lebih menarik bagi investor institusional. Kalshi memang telah memperoleh persetujuan regulator untuk menyediakan fasilitas margin trading, namun sebagian besar pengguna masih diwajibkan menyetorkan dana penuh sebelum membuka posisi. Kondisi ini dianggap kurang efisien, terutama untuk kontrak jangka panjang seperti pemilu atau perkembangan geopolitik, karena modal investor dapat terkunci selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Terlepas dari berbagai tantangan tersebut, pertanyaan mendasar tetap muncul mengenai potensi keuntungan yang dapat dihasilkan investor profesional di pasar prediksi. Berbeda dengan pasar saham, pasar prediksi merupakan pasar zero-sum, di mana keuntungan satu pihak berasal dari kerugian pihak lain. Ini berarti, untuk setiap pemenang, pasti ada pihak yang kalah. Namun, potensi untuk secara langsung mengambil posisi pada peristiwa masa depan, tanpa kompleksitas instrumen tradisional, tetap menjadi daya tarik yang sulit diabaikan oleh para raksasa Wall Street.

Related Post