Prabowo Bongkar Buku Sekolah Ada Apa

Author Image

Endang Wulansari

7 Agustus 2026, 21:04 WIB

Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tengah menggodok rencana ambisius untuk merevolusi kualitas buku pelajaran di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMA. Langkah strategis ini, seperti dilaporkan jabarpos.id, melibatkan studi banding mendalam terhadap kurikulum dan isi buku ajar dari negara-negara tetangga sebagai tolok ukur perbaikan kualitas.

Inisiatif ini berawal dari perhatian Presiden Prabowo yang mendalam terhadap kondisi pendidikan nasional. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan, saat melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah, Presiden secara langsung meninjau buku-buku pelajaran. Beliau menemukan banyak buku yang mudah rusak, sudah rusak, serta memiliki ukuran tulisan yang terlalu kecil, terutama untuk anak-anak SD, yang menyebabkan mereka harus membaca dengan jarak sangat dekat. Kondisi ini dinilai kurang optimal untuk proses belajar mengajar.

Prabowo Bongkar Buku Sekolah Ada Apa
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menindaklanjuti temuan tersebut, Presiden Prabowo segera menginstruksikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya untuk melakukan kajian komprehensif. "Intinya kita mau memperbaiki kualitas buku ajar bagi seluruh adik-adik peserta didik kita mulai dari SD, SMP, maupun SMA," tegas Prasetyo Hadi di Presidential Lounge, Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat lalu.

Prasetyo menjelaskan bahwa buku-buku pelajaran dari berbagai negara sahabat telah dikumpulkan sebagai materi pembanding. Negara-negara yang menjadi acuan antara lain Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Timor Leste, Kamboja, dan Vietnam. Untuk memastikan proses perbandingan berjalan efektif, telah dibentuk tim gabungan yang melibatkan Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Dasar Menengah, serta Bappenas. Tim ini bertugas menganalisis dan mengevaluasi standar kualitas buku ajar.

Lebih lanjut, Teddy Indra Wijaya menambahkan bahwa perbaikan ini bukan hanya sekadar mengganti fisik buku, tetapi juga mempertimbangkan inovasi. Muncul ide agar buku pelajaran nasional dapat di-scan dan diunduh secara digital, kemudian terhubung dengan interactive flat panel atau layar pintar yang akan didistribusikan ke setiap sekolah. Ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan interaktivitas materi pembelajaran bagi siswa, sekaligus menjadi langkah maju dalam modernisasi pendidikan di Indonesia.

Related Post