Bank Indonesia (BI) melalui siaran persnya yang diterima jabarpos.id mengumumkan bahwa Uang Primer (M0) pada Juli 2026 menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 17,1% secara tahunan (yoy). Angka ini jauh melampaui pertumbuhan bulan sebelumnya, Juni 2026, yang tercatat 13,8% (yoy), sehingga total Uang Primer kini mencapai Rp2.254,5 triliun.
Keterangan ini disampaikan langsung oleh Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam rilis pers yang dikeluarkan pada Jumat (7/8/2026). Ramdan menjelaskan bahwa peningkatan Uang Primer ini didorong oleh dua faktor utama.
Pertama, pertumbuhan giro bank umum yang disesuaikan di Bank Indonesia, yang juga melonjak 17,1% (yoy). Kedua, peredaran uang kartal di masyarakat yang juga menunjukkan kenaikan sebesar 15,1% (yoy).
Also Read
Lebih lanjut, Ramdan menambahkan bahwa perhitungan M0 yang disesuaikan ini telah mempertimbangkan secara cermat dampak dari pemberian insentif likuiditas. Ini merupakan bagian dari upaya pengendalian moneter yang disesuaikan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memastikan perputaran uang di masyarakat tetap optimal.






