Di tengah euforia penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melesat 1,68% pada perdagangan Kamis (20/8/2026), sebuah fenomena menarik terjadi di pasar modal Indonesia. Investor asing terpantau justru ramai-ramai melepas kepemilikan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar. Informasi ini dihimpun jabarpos.id dari data pasar.
Meski demikian, secara keseluruhan, investor global tetap mencatatkan pembelian bersih (net buy) di pasar saham Tanah Air. Total nilai pembelian asing mencapai Rp5,354 triliun, sementara nilai penjualan tercatat Rp4,674 triliun. Alhasil, net buy asing mencapai Rp680,5 miliar pada penutupan perdagangan kemarin. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada pelepasan di beberapa emiten, kepercayaan investor asing terhadap pasar Indonesia secara umum masih positif.
Lantas, saham-saham apa saja yang menjadi sasaran aksi jual investor asing di tengah lonjakan IHSG tersebut? Berikut adalah daftar 10 saham dengan nilai penjualan bersih (net sell) asing terbesar:
Also Read
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) memimpin daftar saham yang paling banyak dilepas, dengan nilai net sell mencapai Rp120,9 miliar. Disusul ketat oleh raksasa perbankan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), yang mencatat net sell sebesar Rp106,9 miliar. Emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) juga tak luput dari tekanan jual asing dengan nilai Rp58,5 miliar. Selanjutnya, saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dilepas asing senilai Rp55,3 miliar, diikuti oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar Rp48,1 miliar.
Tekanan jual asing juga membayangi saham sektor petrokimia, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dengan net sell Rp47,2 miliar. Kemudian, PT Indosat Tbk (ISAT) mencatat net sell Rp42,6 miliar, serta konglomerat PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp41,2 miliar. Dua saham besar lainnya yang melengkapi daftar teratas adalah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dengan net sell Rp41 miliar, dan emiten pertambangan PT Timah Tbk (TINS) sebesar Rp38,3 miliar.
Fenomena aksi jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar ini, menariknya, tidak mampu membendung laju penguatan IHSG. Indeks kebanggaan pasar modal Indonesia tersebut berhasil ditutup perkasa di level 6.501,59, melonjak 107,46 poin atau setara 1,68% pada akhir perdagangan. Ini mengindikasikan bahwa sentimen positif pasar secara keseluruhan lebih dominan, menutupi tekanan jual pada beberapa saham tertentu.






