Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) memicu respons cepat dari berbagai pihak. Bank Mandiri, melalui inisiatif "Mandiri Peduli NTT" sebagai bagian dari program "Mandiri untuk Negeri", segera menyalurkan bantuan kemanusiaan. Langkah ini, seperti dilaporkan jabarpos.id, menunjukkan kepedulian mendalam terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam tersebut.
Penanganan bencana di NTT kali ini menjadi contoh nyata sinergi lintas sektor. Bank Mandiri tidak bergerak sendiri, melainkan berkolaborasi erat dengan Pemerintah, Danantara Indonesia, BP BUMN, BPBD, serta Pemerintah Provinsi Bali, NTB, dan NTT. Kemitraan strategis ini, terutama dalam kerangka Kerja Sama Regional Bali, NTB, dan NTT (KR-BNN), bertujuan memperkuat respons bencana secara terintegrasi dan efektif.
Kolaborasi ini turut melibatkan para kepala daerah, termasuk Gubernur Bali Wayan Koster, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. Mereka berperan aktif mulai dari pemetaan kebutuhan, penyaluran, hingga pemantauan bantuan di lapangan. Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, secara khusus menyampaikan apresiasi tinggi atas dukungan konsisten Bank Mandiri. "Bank Mandiri adalah mitra yang selalu hadir mendukung Provinsi NTT, termasuk dalam kerja sama regional KR-BNN. Dukungan sejak awal tanggap darurat ini sangat berarti, dan kami berterima kasih atas kepedulian yang tak pernah surut," ungkap Laka Lena dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (21/8/2026).
Also Read
Sinergi yang terjalin melalui KR-BNN terbukti mempercepat distribusi bantuan ke lokasi-lokasi terdampak, menjadikan penyaluran lebih efektif dan tepat sasaran. Optimalisasi sumber daya lintas instansi juga memastikan respons tanggap darurat berjalan cepat. Gempa yang berpusat di perairan utara Kabupaten Nagekeo itu sendiri telah menyebabkan kerusakan signifikan pada bangunan, gangguan listrik dan telekomunikasi, serta memaksa ribuan warga mengungsi. Menanggapi kondisi darurat ini, Bank Mandiri bergerak cepat, tidak hanya fokus pada bantuan kemanusiaan tetapi juga memastikan layanan perbankan tetap beroperasi.
Melalui aksi cepat tanggap, bantuan diprioritaskan ke wilayah dengan dampak terparah dan dimonitor ketat untuk memastikan tepat sasaran. Puluhan relawan "Mandirian" turut serta langsung dalam distribusi di berbagai lokasi seperti Labuan Bajo, Maumere, Ruteng, Ende, Bajawa, dan Larantuka. Bantuan yang disalurkan sangat beragam, meliputi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, mi instan, gula, kopi, teh, telur, air mineral, roti, susu, dan makanan ringan. Selain itu, perlengkapan dasar seperti tenda, alas, popok bayi, obat-obatan, selimut, serta minuman energi juga disediakan sesuai kebutuhan spesifik masyarakat di setiap wilayah.
Alexander Jonathan Patty, Regional CEO Bank Mandiri Region XI/Bali dan Nusa Tenggara, menegaskan bahwa "Mandiri Peduli NTT" adalah manifestasi kepedulian Bank Mandiri dan sinergi dengan berbagai pihak. "Kami sangat berduka dan prihatin atas musibah yang menimpa masyarakat NTT. Melalui program ini, kami bersama relawan Bank Mandiri terus memperkuat koordinasi dengan BPBD dan berbagai pihak lain agar bantuan tersalurkan secara cepat, aman, dan sesuai kebutuhan. Semangat gotong royong adalah kunci utama dalam memastikan masyarakat mendapatkan dukungan penuh selama masa tanggap darurat," ujar Alex.
Di tengah upaya penanganan bencana, keselamatan seluruh pegawai Bank Mandiri menjadi prioritas utama. Manajemen secara berkelanjutan memantau kondisi karyawan, operasional kantor, dan jaringan layanan di area terdampak. Hal ini untuk memastikan layanan perbankan kepada nasabah tetap berjalan optimal. Bank Mandiri juga menjamin aksesibilitas layanan digital dan transaksi, seperti Livin’ by Mandiri, Kopra by Mandiri, Livin’ Merchant, ATM, dan EDC, sehingga kebutuhan finansial masyarakat tetap terpenuhi.
Perhatian khusus diberikan pada sejumlah wilayah terdampak parah, meliputi Kabupaten Manggarai Barat (Labuan Bajo), Kabupaten Nagekeo (Ende), Kabupaten Sikka (Maumere), Kabupaten Manggarai (Ruteng), Kabupaten Ende (Ende), Kabupaten Ngada






