Robot Humanoid Ubah Nasib Pengusaha Ini

Author Image

Endang Wulansari

23 Agustus 2026, 12:04 WIB

Kisah sukses luar biasa datang dari dunia teknologi, di mana seorang pengusaha asal Tiongkok, Wang Xingxing, mendadak menjadi sorotan. CEO Unitree Robotics ini kini mengukir namanya dalam jajaran miliarder global dengan kekayaan fantastis mencapai US$16 miliar, setara dengan Rp 282,3 triliun. Peningkatan drastis ini, seperti dilaporkan jabarpos.id, tak lepas dari inovasi mutakhir di bidang robot humanoid yang dikembangkan perusahaannya.

Lonjakan kekayaan ini sungguh mencengangkan. Sebelumnya, pada awal Agustus lalu, Forbes mencatat pria berusia 36 tahun ini baru saja memasuki klub miliarder dengan estimasi kekayaan ‘hanya’ US$2,4 miliar. Dalam waktu singkat, nilai asetnya meroket tajam, menjadikannya salah satu figur paling berpengaruh di industri robotika global.

Robot Humanoid Ubah Nasib Pengusaha Ini
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Pemicu utama di balik peningkatan harta Wang adalah debut pasar Unitree Robotics yang fenomenal. Saham perusahaan dilaporkan melonjak hingga 629% hanya dalam sepekan terakhir. Pencapaian luar biasa ini, menurut catatan South China Morning Post, mendorong kapitalisasi pasar Unitree Robotics mencapai 445 miliar yuan, atau sekitar Rp 1.171 triliun.

Shen Meng, Direktur Pelaksana Chanson & Co, menjelaskan bahwa antusiasme pasar yang membara ini tidak terlepas dari dukungan kuat pemerintah Tiongkok terhadap sektor industri maju, termasuk robotika dan semikonduktor. "Kenaikan sebesar 629% ini sejalan dengan ekspektasi kami," ujar Shen, menggarisbawahi potensi besar di balik investasi pada teknologi canggih.

Meskipun demikian, robot-robot buatan Unitree saat ini masih banyak difokuskan untuk keperluan riset, pengajaran, dan pertunjukan. Dalam prospektusnya, Unitree menegaskan bahwa dalam jangka pendek, robot humanoid mereka akan lebih banyak digunakan untuk penelitian dan pengembangan, dengan tahap komersialisasi yang masih berada di fase awal.

Namun, visi jangka panjang Unitree jauh lebih ambisius. Robot-robot berbentuk manusia ini diproyeksikan akan menjadi tulang punggung dalam membantu pekerjaan di pabrik-pabrik maupun tugas rumah tangga. Realisasi visi ini akan didorong oleh penurunan biaya perangkat keras yang terus berlanjut serta kemajuan pesat dalam teknologi kecerdasan buatan (AI).

Potensi pasar robot humanoid memang sangat menjanjikan. Proyeksi pengiriman global diperkirakan akan melonjak drastis dari hanya 20 ribu unit pada tahun lalu menjadi 1,2 juta unit pada tahun 2030. BofA Global Research bahkan memperkirakan bahwa nilai pasar robot humanoid akan mencapai US$37 miliar, atau sekitar Rp 653 triliun, hanya dalam lima tahun ke depan.

Related Post