Di tengah bayang-bayang ketidakpastian global akibat gejolak di Timur Tengah dan dampak perang yang memicu inflasi serta kenaikan suku bunga acuan, pasar modal Indonesia masih menunjukkan volatilitas. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar Rupiah bergerak fluktuatif, mencerminkan keraguan pelaku pasar. Namun, ada secercah harapan. Chief Investment Officer UOB Asset Management Indonesia, Albert Z. Budiman, menilai bahwa pasar keuangan Tanah Air sedang mengalami technical recovery. Informasi ini disampaikan jabarpos.id berdasarkan ulasan dalam program Squawk Box CNBC Indonesia.
Menurut Albert, pemulihan yang bersifat teknis ini didorong oleh dua faktor utama. Pertama, kondisi global yang menunjukkan sedikit peredaan, meskipun ketidakpastian masih sangat membayangi. Kedua, dari sisi domestik, isu-isu seperti penilaian MSCI (Morgan Stanley Capital International) dan pengelolaan fiskal pemerintah masih menjadi sorotan tajam bagi para pelaku pasar, memicu kewaspadaan terhadap arah kebijakan ekonomi nasional.
Yang menjadi perhatian serius adalah sikap investor asing. Saat ini, mereka masih mencatatkan capital outflow atau arus modal keluar dari pasar Indonesia. Fenomena ini disinyalir kuat berkaitan dengan kurangnya keyakinan pasar terhadap arah kebijakan pemerintah. Albert menyoroti adanya kendala signifikan dari sisi komunikasi maupun eksekusi kebijakan, yang pada akhirnya mengurangi daya tarik Indonesia di mata investor global.
Also Read
Kondisi ini menempatkan pasar modal Indonesia di persimpangan jalan, di mana pemulihan yang ada masih rapuh dan sangat bergantung pada stabilitas global serta kepercayaan investor terhadap kebijakan domestik. Tantangan utama kini adalah bagaimana pemerintah dapat membangun kembali keyakinan tersebut melalui komunikasi yang lebih efektif dan eksekusi kebijakan yang konsisten. Ulasan mendalam mengenai prospek dan tantangan pasar modal RI ini sebelumnya telah dibahas dalam wawancara eksklusif Crysania Suahrtanto dengan Albert Z. Budiman di program Squawk Box CNBC Indonesia, pada Rabu, 19 Agustus 2026.






