Rahasia Sukses Konglomerat di Gunung Kawi

Author Image

Endang Wulansari

27 September 2026, 15:31 WIB

Jabarpos.id – Gunung Kawi yang terletak di Kabupaten Malang, Jawa Timur, selama ini memang tidak pernah lepas dari selimut misteri. Kawasan ini sering kali dicap sebagai pusat pencarian pesugihan atau tempat untuk mendapatkan keberuntungan instan secara mistis. Namun, di balik stigma negatif yang menyelimuti kawasan ziarah tersebut, tersimpan catatan sejarah yang menarik mengenai perjalanan hidup dua tokoh besar ekonomi Indonesia.

Dua pengusaha keturunan Tionghoa yang berhasil membangun imperium bisnis raksasa, Ong Hok Liong dan Liem Sioe Liong, ternyata memiliki keterkaitan spiritual dengan Gunung Kawi. Meski memiliki bidang usaha yang sangat berbeda, keduanya kerap dikaitkan dengan ritual ziarah yang mereka lakukan di kawasan tersebut sebagai bagian dari pencarian petunjuk hidup.

Rahasia Sukses Konglomerat di Gunung Kawi
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sosok pertama adalah Ong Hok Liong, pendiri industri rokok yang kini dikenal luas. Berdasarkan catatan sejarah dalam buku Wali Berandal Tanah Jawa karya George Quinn, Ong dikenal sebagai sosok yang rutin mengunjungi Gunung Kawi untuk memohon kelancaran usaha kepada sosok spiritual seperti Eyang Jugo dan Iman Soedjono.

Salah satu momen paling ikonik terjadi pada tahun 1954. Saat itu, Ong dikisahkan tertidur di area makam dan bermimpi melihat bongkahan ubi talas. Setelah berkonsultasi dengan juru kunci makam, mimpi tersebut ditafsirkan sebagai pesan gaib agar ia mengubah nama pabrik rokoknya yang saat itu sedang mengalami stagnasi. Sebelumnya, pabriknya bernama Stroothes-Fabriek. Mengikuti petunjuk tersebut, ia mengubah mereknya menjadi "Bentoel", yang diambil dari sebutan lokal untuk ubi talas. Keputusan ini menjadi titik balik luar biasa, di mana merek Bentoel meledak di pasar dan mampu menyerap ribuan tenaga kerja hingga menjadi raksasa industri rokok nasional.

Tokoh kedua yang tidak kalah besar adalah Liem Sioe Liong, pendiri Salim Group. Dalam biografi yang ditulis oleh Richard Borsuk dan Nancy Chng, terungkap bahwa "Om Liem" kerap melakukan perjalanan rutin dari Surabaya menuju Gunung Kawi sebanyak beberapa kali dalam setahun.

Sebelum mengambil keputusan bisnis yang krusial, Liem biasanya akan berdiam diri di sebuah kuil Tionghoa di kawasan tersebut untuk mencari petunjuk melalui peramal. Ia sering menggunakan metode tradisional, seperti menggoyangkan tabung bambu berisi lidi untuk mendapatkan petunjuk spiritual. Salah satu keputusan besar yang konon dipengaruhi oleh petunjuk dari Gunung Kawi adalah penunjukan Mochtar Riady untuk memimpin dan mengembangkan Bank Central Asia (BCA).

Kisah kedua tokoh ini menunjukkan sebuah fenomena unik di mana aspek spiritualitas dan mitos lokal bersinggungan dengan strategi bisnis skala besar. Meskipun banyak orang memandang skeptis, bagi para tokoh ini, kunjungan ke Gunung Kawi merupakan bagian dari perjalanan batin dalam membangun kerajaan bisnis bernilai miliaran dolar yang telah mengubah wajah perekonomian Indonesia. Melalui laporan ini, jabarpos.id mengajak pembaca melihat sisi lain dari sejarah ekonomi melalui lensa budaya dan kepercayaan lokal.

Related Post