Strategi Cerdas Investor Asing Saat IHSG Merah

Author Image

Endang Wulansari

30 September 2026, 08:04 WIB

Jabarpos.id – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di lantai bursa kembali menunjukkan tren negatif pada perdagangan Selasa (29/9/2026). Meski sempat mengalami tekanan hebat dengan koreksi yang sempat menembus angka 2 persen, indeks sempat melakukan upaya perlawanan sebelum akhirnya ditutup di zona merah. IHSG tercatat melemah sebesar 26,16 poin atau turun 0,43 persen ke level 6.121,70.

Kondisi pasar yang fluktuatif ini dibarengi dengan nilai transaksi yang tergolong cukup sepi dibandingkan hari-hari sebelumnya. Berdasarkan data pasar, nilai transaksi tercatat berada di angka Rp13,24 triliun dengan volume perdagangan mencapai 38,24 miliar saham. Frekuensi perdagangan pun bergerak di angka 1,80 juta kali. Secara keseluruhan, dinamika pasar menunjukkan dominasi saham yang melemah, di mana terdapat 373 saham yang mengalami penurunan harga, sementara 303 saham lainnya berhasil menguat, dan 118 saham lainnya bergerak stagnan tanpa perubahan harga.

Strategi Cerdas Investor Asing Saat IHSG Merah
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menariknya, di tengah tekanan indeks yang melemah, arus modal asing justru menunjukkan perilaku yang kontradiktif. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net foreign sell yang cukup masif dengan total mencapai Rp777,18 miliar di seluruh pasar. Jika dibedah lebih dalam, penjualan besar-besaran ini terjadi di pasar reguler dengan nilai sebesar Rp536,70 miliar, serta di pasar negosiasi dan tunai sebesar Rp240,49 miliar.

Namun, fenomena "jual di satu sisi, beli di sisi lain" tetap terjadi. Meskipun secara agregat mereka melakukan aksi jual jumbo, terdapat sejumlah emiten yang justru menjadi incaran para investor asing. Fenomena ini sering kali dianggap sebagai strategi rebalancing atau upaya investor global untuk mengumpulkan saham-saham potensial saat harganya sedang terkoreksi atau sedang berada di harga bawah.

Berdasarkan data yang dihimpun dari platform Stockbit, terdapat sepuluh saham yang mencatatkan nilai beli bersih (net foreign buy) tertinggi selama perdagangan Selasa tersebut. Kehadiran asing pada sepuluh saham ini menjadi sinyal menarik bagi para pelaku pasar ritel untuk memperhatikan pergerakan harga emiten-emiten tersebut dalam beberapa hari ke depan.

Para analis menilai bahwa aksi borong asing pada saham-saham tertentu di tengah pelemahan IHSG menunjukkan adanya optimisme terhadap fundamental perusahaan-perusahaan tersebut. Investor asing tampaknya sedang melakukan seleksi ketat terhadap saham mana yang memiliki ketahanan kuat terhadap volatilitas pasar.

Bagi para investor, kondisi pasar seperti ini menuntut kewaspadaan tinggi. Meskipun ada saham yang diborong asing, tren pelemahan IHSG secara umum menunjukkan bahwa sentimen pasar masih cenderung berhati-hati. Mengamati arah aliran dana asing (foreign flow) menjadi salah satu kunci penting dalam menentukan strategi investasi, terutama saat pasar sedang mengalami tekanan jual yang cukup signifikan seperti saat ini. Melansir laporan dari jabarpos.id, pelaku pasar diharapkan tetap memperhatikan manajemen risiko agar tidak terjebak dalam volatilitas yang tinggi.

Related Post