Laba Adhi Karya Melejit Drastis di Kuartal III

Author Image

Endang Wulansari

23 Oktober 2026, 10:04 WIB

Jabarpos.id – PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) berhasil mencatatkan performa keuangan yang mengejutkan pada periode kuartal ketiga tahun ini. Perusahaan konstruksi milik negara tersebut melaporkan lonjakan laba bersih yang sangat signifikan, meskipun di tengah dinamika pendapatan yang mengalami sedikit koreksi.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru yang dirilis melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk milik ADHI menyentuh angka Rp15,34 miliar hingga kuartal III. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, angka ini menunjukkan pertumbuhan fantastis sebesar 247,05 persen. Sebagai perbandingan, pada periode yang sama tahun lalu, perusahaan hanya membukukan laba sebesar Rp4,42 miliar.

Laba Adhi Karya Melejit Drastis di Kuartal III
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menariknya, kenaikan laba yang sangat tajam ini terjadi di tengah kondisi pendapatan usaha yang justru mengalami penurunan. Pendapatan operasional ADHI tercatat sebesar Rp5,37 triliun, mengalami penurunan tipis sekitar 4,96 persen jika dibandingkan dengan capaian Rp5,65 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Namun, strategi efisiensi yang dijalankan perusahaan tampaknya membuahkan hasil manis. Meski pendapatan turun, beban pokok pendapatan perusahaan justru berhasil ditekan lebih dalam. Beban pokok tersebut turun sebesar 6,71 persen menjadi Rp4,50 triliun dari sebelumnya Rp4,82 triliun. Penurunan beban yang lebih besar daripada penurunan pendapatan inilah yang menjadi kunci utama meningkatnya laba bruto perusahaan sebesar 5,15 persen menjadi Rp876,58 miliar.

Langkah penghematan biaya juga terlihat jelas pada pos beban usaha lainnya. Beban usaha perseroan dilaporkan turun 3,02 persen menjadi Rp555,84 miliar. Secara lebih mendalam, beban penjualan mengalami penurunan drastis hingga 24,13 persen menjadi Rp6,76 miliar, sementara beban umum dan administrasi juga menyusut 2,69 persen menjadi Rp549,09 miliar.

Berkat manajemen biaya yang ketat, laba usaha ADHI berhasil tumbuh 23,13 persen menjadi Rp320,74 miliar dari posisi sebelumnya Rp260,49 miliar. Di sisi lain, perusahaan juga mencatatkan kenaikan pada bagian laba ventura bersama sebesar 3,37 persen menjadi Rp332,47 miliar.

Meski demikian, tantangan tetap ada pada beberapa pos keuangan lainnya. Kerugian dari entitas asosiasi dilaporkan membengkak hingga 141,83 persen menjadi Rp26,16 miliar. Selain itu, pendapatan lainnya yang bersifat bersih juga mengalami penurunan tajam sebesar 52,70 persen menjadi Rp51,03 miliar.

Secara keseluruhan, kondisi aset perusahaan hingga kuartal III tahun ini tercatat berada di angka Rp26,7 triliun, sedikit menurun dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya yang mencapai Rp27,7 triliun. Pencapaian ini menunjukkan bahwa meskipun pendapatan mengalami fluktuasi, kemampuan ADHI dalam mengelola beban operasional menjadi faktor penentu stabilitas profitabilitas perusahaan.

Related Post