IHSG Melaju Kencang di Sesi Pertama

Author Image

Endang Wulansari

26 Oktober 2026, 02:04 WIB

Jabarpos.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa yang sangat impresif pada perdagangan sesi pertama, Jumat (23/10/2026). Setelah sempat mengalami fluktuasi yang cukup tajam di awal perdagangan, indeks mampu bangkit dan menutup sesi pertama dengan penguatan signifikan ke zona hijau.

Hingga pukul 12.00 WIB, IHSG tercatat berada di level 5.446,74. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 58,84 poin atau tumbuh sekitar 1,09 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Tren positif ini sebenarnya sudah mulai terlihat sejak bel pembukaan perdagangan berbunyi, di mana indeks dibuka di level 5.397,34.

IHSG Melaju Kencang di Sesi Pertama
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Perjalanan IHSG di sesi pertama tidak berjalan mulus tanpa hambatan. Pada menit-menit awal setelah pembukaan, indeks sempat mengalami tekanan jual yang cukup kuat hingga menyentuh titik terendah harian di level 5.366,29. Namun, optimisme investor segera mengambil alih. Menjelang pukul 10.00 WIB, indeks mulai merangkak naik hingga menyentuh kisaran 5.450. Meski sempat mengalami koreksi sesaat ke area 5.400, IHSG akhirnya berhasil mengamankan posisi di level tertinggi harian pada angka 5.452,77.

Aktivitas transaksi di bursa juga terlihat sangat bergairah. Volume perdagangan yang tercatat mencapai 208,68 juta lot dengan nilai transaksi yang menembus angka Rp7,28 triliun. Angka ini mencerminkan tingginya minat investor dalam merespons dinamika pasar yang sedang berlangsung.

Ada sejumlah faktor domestik yang menjadi motor penggerak sekaligus perhatian utama para pelaku pasar. Salah satunya adalah pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait strategi pengelolaan sumber daya alam serta wacana perampingan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Selain itu, sektor perbankan juga menjadi sorotan seiring dengan laporan pertumbuhan kredit yang mencapai level tertinggi dalam satu dekade terakhir. Investor juga menanti rilis data uang beredar bulan September 2026 dari Bank Indonesia (BI) guna melihat arah likuiditas ekonomi ke depan.

Di sisi lain, perubahan regulasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) turut memberikan warna baru. Mulai 2 November 2026, BEI akan menerapkan aturan baru di mana saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) tidak lagi masuk dalam perhitungan IHSG. Kebijakan ini diharapkan dapat membuat pergerakan indeks menjadi lebih representatif terhadap dinamika pasar yang sebenarnya.

Secara global, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi Jepang. Data menunjukkan inflasi inti Jepang naik menjadi 2,1% pada September 2026, angka tertinggi dalam sembilan bulan terakhir. Selain itu, kondisi pasar Wall Street yang sempat mengalami guncangan juga tetap menjadi variabel yang dipantau ketat oleh para investor di tanah air.

Related Post