Strategi Pramono Anung Tarik Modal ke Jakarta

Author Image

Endang Wulansari

8 November 2026, 12:04 WIB

Jabarpos.id – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara terbuka melayangkan ajakan kepada para investor global untuk menanamkan modalnya di jantung ibu kota. Dalam upaya memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang kompetitif, Pramono menawarkan berbagai sektor strategis yang menjanjikan keuntungan besar sekaligus memberikan solusi bagi permasalahan perkotaan.

Peluang emas ini disampaikan Pramono dalam acara High Tea Reception yang diselenggarakan oleh East Ventures bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota. Dalam pertemuan tersebut, ia menegaskan bahwa Jakarta sangat terbuka bagi kerja sama investasi, terutama yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.

Strategi Pramono Anung Tarik Modal ke Jakarta
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Jakarta adalah kota yang sangat terbuka untuk investasi di berbagai bidang. Kami dengan senang hati membuka pintu lebar-lebar untuk bekerja sama dengan mitra strategis seperti East Ventures," ungkap Pramono sebagaimana dikutip dari laman resmi Pemprov DKI Jakarta.

Pramono menilai, kehadiran investor dan mitra strategis seperti East Ventures sangat krusial untuk menjembatani perkembangan perusahaan rintisan (startup), pengembangan talenta lokal, hingga penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jakarta.

Selain sektor teknologi dan startup, Pramono menyoroti potensi ekonomi kreatif yang terus tumbuh. Jakarta kini telah bertransformasi menjadi pusat kegiatan berskala internasional, mulai dari penyelenggaraan konser musisi kelas dunia hingga ajang olahraga maraton internasional. Fenomena ini tidak hanya meningkatkan citra kota, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi yang signifikan bagi warga Jakarta.

Namun, Pramono tidak hanya menawarkan peluang keuntungan, tetapi juga mengajak investor untuk menjadi bagian dari solusi atas tantangan besar kota. Ia secara spesifik menawarkan proyek di sektor transportasi, pengendalian polusi, hingga pengelolaan limbah.

Terkait mobilitas, Pramono mengakui bahwa tingginya pergerakan penduduk dari wilayah penyangga (Bodetabek) ke Jakarta masih menjadi tantangan utama. Meski demikian, ia mencatat adanya tren positif di mana penggunaan transportasi umum meningkat sekitar 15 persen berkat pengembangan layanan yang terintegrasi.

"Saat ini, Jakarta berada di peringkat 15 dunia terkait masalah transportasi. Ini adalah tantangan sekaligus peluang besar bagi sektor infrastruktur dan teknologi transportasi," jelasnya.

Di sisi lain, isu lingkungan menjadi prioritas utama. Jakarta menghadapi kenyataan pahit dengan produksi sampah yang mencapai 9.000 ton setiap harinya. Untuk mengatasi hal ini, Pemprov DKI tengah menyiapkan proyek ambisius berupa pembangunan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di tiga lokasi strategis.

Pemerintah juga telah mengoperasikan fasilitas pengolahan sampah modern seperti Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan. Dengan berbagai langkah inovatif ini, Pramono menargetkan Jakarta dapat keluar dari krisis pembuangan sampah pada tahun 2028 mendatang. Melalui skema investasi yang tepat, ia optimis Jakarta akan tumbuh menjadi kota global yang bersih, modern, dan berkelanjutan.

Related Post