Artikel ini membahas pilihan investasi aman di tengah ketidakpastian ekonomi global. Jabarpos.id melaporkan bahwa emas, meski harganya sudah tinggi, masih menjadi primadona. Kenaikannya lebih dari 18% di kuartal ini, tertinggi sejak 1986, membuat banyak investor meliriknya sebagai safe haven. Goldman Sachs bahkan memproyeksikan harga emas akan mencapai US$3.300 per ons pada akhir tahun. Bank of America pun optimis, memperkirakan harga emas akan mencapai US$3.063 pada 2025 dan melonjak hingga US$3.350 di 2026.
Namun, bukan hanya emas yang menjadi incaran. Yen Jepang juga menarik perhatian sebagai lindung nilai terhadap potensi resesi ekonomi AS. Goldman Sachs memprediksi penguatan yen hingga level 140 per dolar AS tahun ini, sebuah proyeksi yang lebih optimis dibanding konsensus pasar. Menurut Kamakshya Trivedi, kepala strategi global Goldman Sachs, yen efektif sebagai lindung nilai ketika suku bunga riil dan saham AS turun bersamaan.

Proyeksi ini muncul di tengah kekhawatiran akan dampak kebijakan tarif yang berpotensi mengganggu pertumbuhan ekonomi AS. Bank of Japan (BoJ) pun bersiap mengetatkan kebijakan moneternya, dengan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Juni atau Juli. Namun, peningkatan harga makanan justru menambah beban bagi masyarakat Jepang berpenghasilan rendah.
Goldman Sachs merevisi proyeksi kebijakan suku bunga The Fed, dari dua kali menjadi tiga kali pemangkasan tahun ini, karena kekhawatiran akan dampak kebijakan tarif terhadap ekonomi AS. Mereka juga memangkas target indeks S&P 500. Data ketenagakerjaan AS akan menjadi faktor kunci bagi dolar, dan pelemahan data tersebut akan semakin menguatkan yen sebagai lindung nilai.
Meskipun yen memiliki risiko, seperti pelemahan dalam empat tahun terakhir akibat perbedaan suku bunga dengan AS, posisi jual yen oleh hedge fund mulai menyusut tahun ini. Rencana BoJ mengurangi pembelian obligasi jangka panjang di kuartal berikutnya juga diperkirakan akan melemahkan pasangan dolar-yen. Jadi, di tengah gejolak ekonomi global, pilihan investasi aman tetap menjadi pertimbangan penting bagi para investor.





