Jabarpos.id – Volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam tiga pekan terakhir memang membuat jantung berdebar. Sempat anjlok dalam, kemudian melonjak tinggi, lalu kembali terombang-ambing. Namun, di tengah situasi yang tak menentu ini, investor kawakan Lo Kheng Hong justru melihat peluang emas untuk meraup keuntungan.
Menurut Lo Kheng Hong, penurunan harga saham saat ini adalah momen yang tepat untuk mengakumulasi saham-saham perusahaan dengan kinerja yang solid. Ia menganalogikan, investor bisa membeli "Mercedes Benz" dengan harga "Bajaj" di pasar saham.

"Penurunan harga saham adalah peluang emas, di mana Investor bisa membeli wonderful company di harga diskon," ujarnya kepada CNBC Indonesia, seperti dikutip jabarpos.id, Senin (27/10). Ia pun menyarankan investor untuk membeli dan menyimpan saham-saham tersebut untuk mendapatkan keuntungan di masa depan.
Lo Kheng Hong dikenal sebagai investor yang menerapkan strategi value investing, yaitu membeli saham-saham perusahaan bagus yang undervalued atau memiliki harga murah dibandingkan dengan nilai intrinsiknya.
Lantas, bagaimana cara menemukan "Mercedes Benz" di antara tumpukan "Bajaj"? Lo Kheng Hong memberikan kunci sederhana, yaitu dengan memperhatikan valuasi price to earnings ratio (PER) dan price to book value (PBV).
"Sebenarnya cuma melakukan penambahan, pembagian, pengurangan, perkalian, yang simple tapi ini sempurna," imbuhnya. Dengan kecermatan dalam menganalisis laporan keuangan dan valuasi perusahaan, investor dapat menemukan saham-saham potensial yang undervalued dan berpeluang memberikan keuntungan besar di masa depan.





