Beranda / Berita / Para Sultan Ikut Prabowo ke Inggris, Ada Apa Gerangan?

Para Sultan Ikut Prabowo ke Inggris, Ada Apa Gerangan?

Para Sultan Ikut Prabowo ke Inggris, Ada Apa Gerangan?

Jabarpos.id, London – Presiden RI Prabowo Subianto memboyong sejumlah konglomerat ternama Indonesia dalam kunjungan kenegaraannya ke Inggris. Kehadiran para pengusaha papan atas ini menjadi sorotan dalam forum bisnis dan investasi yang digelar di Lancaster House, London.

Forum tersebut menjadi bagian penting dari lawatan kenegaraan Prabowo, yang bertujuan mempererat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Inggris. Pertemuan ini dikemas dalam suasana santap siang, menjadi ajang dialog strategis antara pemerintah dan pelaku usaha dari kedua negara.

Baca juga:  Dari Dokter Jadi Ratu Judi Dunia, Kisah Miliarder Ini Bikin Tercengang!
Para Sultan Ikut Prabowo ke Inggris, Ada Apa Gerangan?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Presiden menghadiri forum bisnis dan investasi yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Inggris, David Lammy, bersama delegasi pengusaha dari Inggris dan Indonesia dalam rangka lawatan kenegaraan di Inggris," demikian pernyataan dari akun resmi Prabowo Subianto.

Dalam pertemuan itu, Prabowo memperkenalkan delegasi bisnis Indonesia yang dipimpin oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) kepada para pengusaha Inggris yang difasilitasi oleh British Chamber of Commerce. Forum ini diharapkan dapat memperluas kerja sama di bidang perdagangan, industri, dan teknologi, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi strategis.

Baca juga:  Overload, TPA Cipayung Ditutup Desember 2024

Selain para menteri kabinet, Prabowo juga didampingi oleh sejumlah tokoh bisnis terkemuka, termasuk Anindya Bakrie (Ketua Umum Kadin Indonesia dan Grup Bakrie), Adika Nuraga Bakrie (Direktur Utama PT Bumi Resources Tbk), Hilmi Panigoro (Presiden Direktur PT Medco Energi Internasional Tbk), James Riady (CEO Lippo Group), dan Martin Hartono (CEO GDP Venture dan anak pemilik Grup Djarum). Kehadiran para "sultan" ini tentu menimbulkan spekulasi dan pertanyaan mengenai agenda bisnis yang dibawa dalam kunjungan tersebut.