OJK Ancam Buka Aib Emiten "Goreng" Saham, Investor Siap-Siap!

spot_img

Jabarpos.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan keseriusannya dalam menindak tegas para pelaku manipulasi pasar modal. Lembaga pengawas ini berjanji akan mengungkap nama-nama emiten dan pihak-pihak yang terlibat dalam praktik "goreng" saham ke publik.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari, menegaskan bahwa penegakan hukum tidak hanya soal kuantitas sanksi, tetapi juga transparansi informasi. "Ke depan, kami akan buka name by name untuk pihak yang diberi sanksi," ujarnya dalam RDP bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (1/4/2026). Friderica menambahkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari perlindungan konsumen dan investor di pasar modal Indonesia.

Baca juga:  Danantara Siapkan Kejutan Hilirisasi Fase 2, Kapan?
OJK Ancam Buka Aib Emiten "Goreng" Saham, Investor Siap-Siap!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menambahkan bahwa pihaknya tidak akan ragu menindak segala bentuk koordinasi transaksi yang mencurigakan. Beberapa sanksi terhadap saham yang terindikasi manipulasi harga bahkan sudah dipublikasikan secara terbuka. Menurutnya, indikasi awal manipulasi biasanya terlihat dari lonjakan atau penurunan harga saham yang drastis tanpa alasan fundamental yang jelas.

Meski enggan menyebut nama emiten yang dimaksud, Hasan memastikan bahwa timnya telah menemukan beberapa pihak yang terindikasi melakukan praktik "goreng" saham. Proses pemeriksaan masih berlangsung, dan jika bukti sudah cukup, OJK akan menjatuhkan sanksi sesuai ketentuan dan mempublikasikannya.

Baca juga:  Egara Sefindra Seorang Arsitek Visioner yang Memadukan Seni dan Ilmu dalam Membangun Lingkungan Berkelanjutan

Sebelumnya, seorang Anggota DPR RI menyoroti pergerakan harga saham sebuah perusahaan yang baru melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Melchias Marcus Mekeng, Anggota Komisi XI DPR RI, menyinggung perusahaan yang harga sahamnya sempat melambung tinggi dalam waktu singkat setelah IPO.

Melchias menekankan bahaya valuasi perusahaan yang tidak wajar, terutama jika saham tersebut dijadikan jaminan untuk pinjaman bank. Ia mendesak OJK untuk memiliki mekanisme pengawasan yang kuat agar tidak terlambat bertindak. "OJK harus tegas di sini, dan kalau sudah melakukan tindakan, harus diumumkan supaya pasar itu percaya bahwa ada kepastian hukum," tegasnya. Melchias juga menyebutkan bahwa praktik manipulasi saham bukan hanya terjadi pada satu perusahaan saja, dan hal ini menjadi pertimbangan MSCI dalam menilai pasar modal Indonesia.

spot_img

Berita Terpopuler

Risiko Menyedihkan Jika Tak Bayar Pinjol!

Sumber informasi dari jabarpos.id menyebutkan bahwa pinjaman online (pinjol) memang memudahkan akses keuangan, namun risiko gagal bayar (galbay) perlu dipahami masyarakat. Kegagalan...

Converse dan Swarosvski hadirkan siluet Chuck 70 De Luxe Squared

Jenama alas kaki Converse resmi berkolaborasi dengan jenama kristal Swarovski untuk menghadirkan siluet terbaru dari Converse Chuck 70 De Luxe Squared dengan 1.300 keping...

Mengerikan!!! Tahanan Narkoba Dibunuh di Rumah Tahanan Kelas 1 Depok

Depok | Jabar Pos - Kejadian tragis menimpa seorang tahanan berinisial RAJS (26), yang ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusuk dan lebam di...

MacOS 15.1 Bakal Bikin Kamu Bebas Ngatur Aplikasi! 🤯

Pengguna Mac, bersiaplah untuk kejutan! Apple kabarnya sedang menyiapkan pembaruan macOS 15.1 yang bakal memberikan kamu kebebasan penuh dalam mengatur aplikasi. Bayangkan, kamu bisa...

Prabowo Berikan Pesan Untuk Cabup Cawabup Bogor Rudy Susmanto-Jaro Ade

Bogor | Jabar Pos - Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, menyampaikan pesan untuk Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil...

Kia kenalkan K4 hatchback di Australia

Versi hatchback lima pintu dari Kia K4 sedan telah diungkapkan semalam, menjelang kedatangannya di Australia yang diperkirakan pada akhir tahun 2025. Foto pertama dari K4 versi hatchback terungkap dan...
Berita terbaru
Berita Terkait