Beranda / Berita / Indonesia Aman di Mata Investor Global? S&P Beri Jawaban Mengejutkan!

Indonesia Aman di Mata Investor Global? S&P Beri Jawaban Mengejutkan!

JABARPOS.ID – Kabar baik datang dari dunia keuangan internasional. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa lembaga pemeringkat Standard & Poor’s (S&P) mempertahankan peringkat Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil. Keputusan ini disampaikan setelah pertemuan antara Menkeu Purbaya dan perwakilan S&P di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (16/4/2026).

Peringkat BBB sendiri merupakan kategori "Investment Grade" yang menunjukkan bahwa Indonesia dinilai layak investasi dengan risiko gagal bayar yang relatif rendah. Fokus utama diskusi antara S&P dan Menkeu Purbaya adalah mengenai kondisi fiskal Indonesia.

Baca juga:  MR.DIY Ungkap Fakta di Balik Transaksi Saham Gede-gedean
Indonesia Aman di Mata Investor Global? S&P Beri Jawaban Mengejutkan!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Mereka (S&P) menanyakan cukup detail kondisi fiskal kita termasuk defisit tahun ini dan tahun lalu utamanya mereka ingin melihat apakah kita konsisten menjaga di bawah 3 persen dari PDB," jelas Purbaya. Ia meyakinkan bahwa pemerintah Indonesia, di bawah arahan Presiden Prabowo, berkomitmen untuk menjaga defisit di bawah 3 persen dari PDB.

Sempat muncul kekhawatiran dari S&P terkait kemampuan Indonesia dalam membayar utang dibandingkan dengan pendapatan atau pajak yang diterima. Namun, Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah terus memantau dan mengendalikan situasi ini, didukung oleh perbaikan dalam pengumpulan pajak dan cukai. Restrukturisasi organisasi di Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea Cukai juga menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kinerja.

Baca juga:  GoTo dan Grab Bakal Kawin? Jawaban dari Dalam Bikin Tercengang!

Pertumbuhan positif dalam penerimaan pajak menjadi poin penting yang meyakinkan S&P. "Dan ketika kita beritahu bahwa dua bulan tahun ini pertumbuhan pajak 30 persen dan di bulan Januari-Maret dibanding tahun lalu tumbuh 20 persen mereka sepertinya cukup puas," ujar Purbaya.

Selain itu, S&P juga memberikan penilaian positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang membaik di triwulan IV. Purbaya menegaskan bahwa aktivitas makro dan mikro ekonomi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo menunjukkan perbaikan.

Baca juga:  Engkle dan Ulin Barong Sekeloa Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Kota Bandung

Meskipun ada diskusi mendalam mengenai posisi utang Indonesia, termasuk pembayaran cicilan dan bunga, Purbaya meyakinkan bahwa pemerintah akan terus memantau dan menjaga kondisi ekonomi serta fiskal agar tetap stabil. Ia juga meluruskan informasi mengenai penilaian risiko tinggi Indonesia di kawasan Asia, menjelaskan bahwa penilaian tersebut mengacu pada laporan sebelum pertemuan dengan S&P. Keputusan S&P ini menjadi sinyal positif bagi kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.