Beranda / Berita / Bursa Efek Geger Saham Syariah Kuasai Pasar

Bursa Efek Geger Saham Syariah Kuasai Pasar

Bursa Efek Geger Saham Syariah Kuasai Pasar

Jakarta – Pasar modal Indonesia tengah menyaksikan fenomena menarik yang mengubah lanskap investasi. Saham-saham berbasis syariah kini bukan hanya sekadar alternatif, melainkan telah menjelma menjadi kekuatan dominan. jabarpos.id melaporkan, data terbaru dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan fakta mengejutkan: lebih dari separuh kapitalisasi pasar di bursa kini berasal dari saham yang memenuhi kriteria syariah.

Jeffrey Hendrik, Pjs. Direktur Utama BEI, dalam gelaran Sharia Investment Week 2026 yang berlangsung di Gedung BEI pada Kamis (21/5/2026), menyatakan kebanggaannya atas pencapaian ini. "Kita patut berbangga karena hari ini pertumbuhan pasar modal syariah Indonesia sudah demikian besar," ujarnya. Ia merinci bahwa dari total 956 saham yang tercatat di BEI, sekitar 70% di antaranya masuk dalam kategori saham syariah.

Baca juga:  Masa Depan Pelayaran RI di Tengah Badai
Bursa Efek Geger Saham Syariah Kuasai Pasar
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menurut Jeffrey, pesatnya perkembangan sektor ini tidak lepas dari dukungan regulasi dan fatwa yang semakin komprehensif dari Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dukungan ini mencakup berbagai aspek, termasuk mekanisme penjaminan yang memberikan kepastian dan kepercayaan lebih bagi para investor.

Jeffrey juga menekankan bahwa investasi syariah memiliki sifat inklusif. Ia menegaskan bahwa pasar ini tidak secara eksklusif ditujukan bagi investor dengan keyakinan tertentu saja. Sebaliknya, investasi berbasis syariah kini telah menjadi bagian dari gaya hidup modern, khususnya bagi mereka yang mengutamakan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang lebih baik dalam berinvestasi.

Baca juga:  PKS Resmi Dukung Herdiat-Yana di Pilbup Ciamis, Koalisi Ciamis Maju Semakin Kuat

"Tidak hanya untuk mendapatkan investasi yang lebih berkah, tetapi juga berinvestasi dengan manajemen risiko yang lebih baik," pungkas Jeffrey, menyoroti dual manfaat yang ditawarkan oleh instrumen investasi syariah yang kini mendominasi bursa.