Misteri Aksi Borong Asing di Tengah Bursa Merah

Author Image

Endang Wulansari

23 Juni 2026, 08:04 WIB

Pada perdagangan Senin (22/6/2026), pasar modal Indonesia menunjukkan fenomena menarik. Meskipun investor asing secara keseluruhan mencatat aksi jual bersih (net sell) yang signifikan, ada sektor-sektor tertentu yang justru menjadi sasaran borongan mereka. Informasi yang dihimpun jabarpos.id mengungkapkan bahwa saham-saham di sektor pertambangan, komoditas, konsumer, dan energi menjadi primadona di tengah tekanan pasar.

Data menunjukkan, investor asing membukukan net sell sebesar Rp 1,12 triliun di seluruh pasar. Angka ini berasal dari total pembelian asing senilai Rp 4,762 triliun yang masih kalah jauh dibandingkan total penjualan mereka yang mencapai Rp 5,876 triliun. Namun, di balik angka net sell yang besar tersebut, tersembunyi strategi selektif investor global yang justru mengincar saham-saham tertentu dengan potensi jangka panjang.

Misteri Aksi Borong Asing di Tengah Bursa Merah
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sektor pertambangan, yang seringkali menjadi barometer ekonomi global, tampak paling menarik perhatian. Bersama dengan saham-saham komoditas, konsumer, dan energi, mereka mendominasi daftar saham yang paling banyak dikoleksi investor asing pada hari tersebut. Fenomena ini mengindikasikan adanya keyakinan terhadap prospek fundamental perusahaan di sektor-sektor tersebut, terlepas dari sentimen pasar yang sedang lesu.

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan ini dengan performa kurang memuaskan. IHSG ditutup anjlok 0,98% atau kehilangan 60,45 poin, berakhir di level 6.116,69. Sepanjang hari, pergerakan IHSG cukup volatil, mencapai titik tertinggi di 6.226,72 dan terendah di 6.052,94, mencerminkan sentimen pasar yang masih penuh kehati-hatian.

Aksi borong selektif oleh investor asing di tengah tekanan jual dan koreksi IHSG ini menarik untuk dicermati. Hal ini bisa menjadi indikasi bahwa sebagian investor besar melihat peluang jangka panjang di sektor-sektor fundamental, meskipun pasar secara keseluruhan sedang menghadapi tantangan. Strategi ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan antara sentimen pasar jangka pendek dan potensi nilai intrinsik saham-saham tertentu.

Related Post