Kakek Prabowo Simpan Harta Karun Negara

Author Image

Endang Wulansari

25 Juni 2026, 08:04 WIB

Sebuah kisah penemuan harta karun yang menghebohkan pada masa awal kemerdekaan Indonesia kembali mencuat, mengungkap jejak sejarah yang tak banyak diketahui. Menurut laporan jabarpos.id, Tentara Nasional Indonesia (TNI) kala itu berhasil menemukan timbunan emas dan berlian di wilayah Cigombong, yang kini menjadi bagian dari jalur penghubung Bogor-Sukabumi. Peristiwa ini bukan sekadar penemuan biasa, melainkan cerminan perjuangan bangsa di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno.

Sekitar pertengahan tahun 1946, di tengah gejolak pasca-kemerdekaan dan pengamanan bekas wilayah pendudukan Jepang, pasukan TNI yang dipimpin Letnan Kolonel Alex Evert Kawilarang memulai operasi yang tak terduga. Awalnya, mereka menemukan sebuah peti besar yang diduga berisi perlengkapan medis. Namun, kejutan muncul saat peti dibuka; isinya adalah kondom, sebuah detail yang dicatat Kawilarang dalam memoarnya, "A.E Kawilarang Untung Sang Merah Putih" (1988).

Kakek Prabowo Simpan Harta Karun Negara
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Namun, pencarian belum usai. Penggalian lebih lanjut justru menghadirkan bahaya: bom aktif yang meledak dan melukai beberapa prajurit. Di tengah ketegangan itu, Sersan Mayor Sidik bersama timnya membuat penemuan paling mencengangkan. Sebuah guci besar ditemukan, dan di dalamnya, tersembunyi kaus kaki yang penuh dengan emas, permata, serta berlian yang berkilauan. "Mereka kaget melihat isinya emas permata dan berlian yang sudah dicongkel-congkel gemerlapan," demikian dicatat dalam buku "Haji Priyatna Abdurrasyid: Dari Cilampani ke New York" (2001).

Dengan integritas tinggi, Kawilarang menolak keras untuk mengambil keuntungan pribadi dari temuan tersebut. Ia segera melaporkan kepada Residen Bogor, Moerdjani, yang kemudian menginstruksikan agar harta itu diserahkan ke Kementerian Dalam Negeri di Yogyakarta. Untuk memastikan keamanan, Letnan Godjali diperintahkan mengawal langsung pengiriman emas dan berlian ini ke pusat pemerintahan. Majalah Ekspres edisi 29 September 1972 mencatat, nilai harta karun yang berasal dari Perkebunan Pondok Gede, Bogor, ini mencapai hampir Rp6 miliar pada masanya, terdiri dari 7 kilogram emas dan 4 kilogram berlian.

Kekayaan negara yang baru ditemukan ini akhirnya diamankan di Bank Negara Indonesia (BNI-46) Yogyakarta. Menariknya, bank tersebut kala itu dipimpin oleh Margono Djojohadikusumo, seorang tokoh penting yang juga merupakan pendiri BNI dan kakek dari Presiden terpilih Prabowo Subianto. Kawilarang, dengan tegas menolak segala upaya pihak-pihak yang ingin menguasai harta tersebut, menyatakan, "Ini untuk berjuang!" Sebuah penegasan bahwa seluruh temuan berharga itu mutlak milik negara dan harus digunakan demi kepentingan perjuangan kemerdekaan.

Related Post