Jakarta – PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) melakukan penyegaran signifikan pada jajaran direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026. Emiten yang bergerak di bidang pengolahan nikel ini resmi mengangkat dua direktur baru, sekaligus menerima pengunduran diri satu direktur. Langkah ini diharapkan memperkokoh fokus perseroan pada disiplin keuangan dan eksekusi operasional, demikian dilaporkan jabarpos.id.
Rapat menyepakati penunjukan James Nicholas sebagai Chief Financial Officer (CFO) dan Ashutosh Srivastava Fausimm sebagai Direktur Operasional. Penunjukan keduanya mulai berlaku efektif sejak berakhirnya RUPST. Sementara itu, Anthony Kartono Tan telah mengajukan pengunduran diri dari posisinya sebagai Direktur. Manajemen MBMA menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas kontribusi dan dedikasi Anthony selama masa jabatannya.
Presiden Direktur MBMA, Teddy Nuryanto Oetomo, menegaskan bahwa "Penguatan susunan Direksi diharapkan dapat mendukung fokus MBMA pada disiplin keuangan, eksekusi operasional, dan penciptaan nilai jangka panjang seiring pengembangan posisi Perseroan dalam rantai nilai bahan baku baterai."
Also Read
Tak hanya itu, RUPST juga menyetujui Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku 2025 dan mengesahkan laporan keuangan konsolidasian yang berakhir pada 31 Desember 2025. Sejumlah keputusan strategis lainnya turut disepakati untuk menopang agenda pertumbuhan MBMA di masa mendatang.
Sepanjang tahun 2025, MBMA membukukan kinerja finansial yang solid dengan pendapatan mencapai sekitar US$1,435 miliar dan EBITDA sebesar US$219 juta. Capaian ini didorong oleh peningkatan volume produksi nikel, kontribusi yang lebih baik dari operasi hilir, serta penerapan disiplin biaya yang berkelanjutan di sepanjang rantai nilai.
Tambang nikel Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) berperan vital sebagai pendorong utama, dengan produksi 7,0 juta wet metric tonnes (wmt) bijih saprolit dan 14,7 juta wmt bijih limonit pada tahun 2025. Operasi hilir juga memberikan kontribusi signifikan, menghasilkan Nickel Pig Iron (NPI) sebesar 73.871 ton, High-Grade Nickel Matte (HGNM) sekitar 19.998 ton, serta Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) sekitar 25.994 ton.
Memasuki tahun 2026, MBMA menargetkan pertumbuhan ambisius di seluruh lini operasi. Produksi bijih saprolit ditargetkan mencapai 8,0 juta hingga 10,0 juta wmt, sementara bijih limonit diproyeksikan antara 20,0 juta hingga 25,0 juta wmt. Di sektor hilir nikel, target produksi NPI ditetapkan sebesar 70.000 hingga 80.000 ton, dan HGNM sebesar 44.000 hingga 48.000 ton.
Cucu usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) ini juga terus mengakselerasi sejumlah proyek strategis untuk meningkatkan integrasi dan efisiensi. MBMA telah mulai mengoperasikan Feed Preparation Plant (FPP) untuk mengirimkan slurry limonit melalui jalur pipa dari tambang SCM ke fasilitas HPAL yang dioperasikan oleh PT ESG New Energy Material. Proyek HPAL SLNC, yang memiliki kapasitas terpasang 90.000 ton nikel per tahun, terus berjalan sesuai rencana, dengan lini pertama ditargetkan memulai commissioning pada semester kedua 2026.
Dengan berakhirnya RUPST tersebut, susunan lengkap Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah sebagai berikut:
- Dewan Komisaris:
- Presiden Komisaris : Winato Kartono
- Komisaris : Michael W.P. Soeryadjaya
- Komisaris Independen : Prof. Dr. Didi Achjari
- Direksi:
- Presiden Direktur : Teddy Nuryanto Oetomo
- Direktur : Titien Supeno
- Direktur : James Nicholas
- Direktur : Ashutosh Srivastava Fausimm






