InJourney Jadi Raksasa Hotel Nomor Dua

Author Image

Endang Wulansari

27 Juni 2026, 00:05 WIB

Integrasi besar-besaran tengah berlangsung di sektor perhotelan milik negara. Dengan proyeksi mencapai 120 unit hotel, InJourney kini siap menempati posisi sebagai operator hotel terbesar kedua di Indonesia, demikian dilaporkan jabarpos.id. Langkah strategis ini merupakan bagian dari orkestrasi transformasi BUMN yang digagas oleh Danantara, sebuah inisiatif ambisius untuk menata ulang aset-aset negara.

Sebelumnya, pada Jumat (26/6/2026), tonggak penting telah dicapai dengan penandatanganan Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) oleh 45 hotel yang tersebar di berbagai BUMN. Kesepakatan ini menjadi fondasi awal penyatuan aset-aset perhotelan di bawah payung InJourney, menandai dimulainya era baru dalam pengelolaan properti hospitality milik negara.

InJourney Jadi Raksasa Hotel Nomor Dua
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dony Oskaria, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, menyatakan bahwa konsolidasi seluruh hotel BUMN di bawah InJourney merupakan sebuah lompatan besar. "Ini adalah upaya menata ulang dan memperkuat nilai aset hospitality kita agar lebih berdaya saing," ujar Dony, seperti dikutip dari keterangan pers pada Jumat (26/6/2026). Ia menegaskan, dengan target 120 hotel, InJourney akan menjadi operator hotel terbesar kedua di kancah nasional, sebuah pencapaian yang signifikan.

Momentum positif ini dipastikan akan terus berlanjut. Dony memproyeksikan adanya penambahan penandatanganan dari beberapa hotel lainnya pada awal pekan depan, menandai langkah konkret menuju optimalisasi nilai aset dan struktur manajemen yang lebih tangguh. Proses ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap tahapan konsolidasi berjalan dengan hati-hati dan cermat.

Skema CSPA dipilih untuk memastikan proses konsolidasi aset berjalan secara prudent dan mengedepankan tata kelola yang baik. "Dengan terkonsolidasinya seluruh hotel BUMN, ini akan menjadi pondasi yang solid untuk melakukan value creation," jelas Dony. Ia menambahkan, transformasi ini pada akhirnya akan menciptakan portofolio industri pariwisata yang lebih efisien, kompetitif, dan terintegrasi, memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional dan memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata unggulan.

Related Post