Asing Mulai Balik Arah Saham Ini Jadi Incaran Utama

Author Image

Endang Wulansari

26 Juni 2026, 08:04 WIB

Jakarta – Pasar modal Indonesia pada Kamis (25/6/2026) menunjukkan sinyal menarik. Meskipun investor asing masih mencatat aksi jual bersih, volumenya jauh menyusut dibandingkan hari sebelumnya, demikian laporan jabarpos.id. Ini menjadi indikasi awal potensi perubahan sentimen di tengah kebangkitan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Data perdagangan menunjukkan, total aksi jual bersih investor global pada hari tersebut mencapai Rp 299 miliar, jauh lebih rendah dibandingkan net sell Rp 1,17 triliun yang terjadi sehari sebelumnya. Penurunan drastis ini patut dicermati, mengingat pada sesi sebelumnya pasar sempat terpukul keras pasca pengumuman MSCI Market Classification Review, yang menyebabkan IHSG anjlok hingga 3,56%.

Asing Mulai Balik Arah Saham Ini Jadi Incaran Utama
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menariknya, di balik angka net sell yang masih tercatat, sejumlah saham justru menjadi magnet kuat bagi investor asing. PT Surya Timur Alam Raya Tbk (NATO) memimpin daftar emiten yang paling banyak dibeli asing dengan nilai fantastis Rp84,7 miliar. Tak kalah menarik, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga menjadi sasaran utama, meraup pembelian asing senilai Rp80,7 miliar.

Selain kedua nama tersebut, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga tak luput dari perhatian dengan akumulasi pembelian mencapai Rp64,7 miliar. Disusul oleh PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) yang mencatat net foreign buy Rp59,2 miliar, serta raksasa otomotif dan agribisnis, PT Astra International Tbk (ASII), yang diborong asing senilai Rp53,6 miliar.

Di tengah dinamika pergerakan asing, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa impresif. Setelah sempat tertekan di awal perdagangan, IHSG berhasil menutup sesi dengan penguatan signifikan 1,96%, bertengger di level 5.999,04. Kebangkitan ini sebagian besar didorong oleh aksi beli agresif dari pelaku pasar domestik, seiring dengan indikasi meredanya tekanan jual dari investor asing.

Namun, perlu dicatat bahwa volume dan nilai transaksi secara keseluruhan masih tergolong moderat. Total nilai transaksi tercatat sebesar Rp13,65 triliun dengan volume perdagangan mencapai 22,58 miliar saham, menunjukkan bahwa pasar masih menunggu katalis lebih kuat untuk bergerak lebih masif.

Related Post