Jakarta, jabarpos.id – Kabar gembira datang dari PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), atau yang dikenal luas sebagai Mitratel. Perusahaan infrastruktur telekomunikasi digital terdepan ini baru saja menyepakati pembagian dividen tunai fantastis senilai Rp2,08 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan baru-baru ini. Jumlah tersebut setara dengan Rp25,6 per saham, mencerminkan 98% dari total laba bersih Perseroan yang dicatatkan pada tahun buku 2025.
Keputusan pembagian dividen jumbo ini tak lepas dari performa keuangan Mitratel yang sangat solid sepanjang tahun 2025. Perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp9,53 triliun, dengan capaian EBITDA yang mencapai Rp7,83 triliun. Laba bersih Mitratel pun menembus angka Rp2,12 triliun, sebuah pencapaian impresif yang ditopang oleh model bisnis berbasis pendapatan berulang (recurring revenue), tingkat profitabilitas yang tinggi, serta arus kas operasional yang kokoh.
Di samping kinerja finansial, Mitratel juga menunjukkan peningkatan kualitas pertumbuhan operasional yang signifikan. Rasio penyewaan (tenancy ratio) berhasil ditingkatkan menjadi 1,57x, sebuah indikator optimalisasi pemanfaatan aset yang efektif. Ekspansi di sektor fiber optik juga terus digenjot, dengan penambahan 6.160 km jaringan secara organik, sehingga total jaringan fiber optik Mitratel kini membentang sepanjang 57.199 km. Tak hanya itu, panjang serat optik yang dapat ditagih (Fiber Billable Length) melonjak menjadi 70.618 km, mendorong pertumbuhan pendapatan segmen fiber optik sebesar 18,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan portofolio lebih dari 40 ribu menara telekomunikasi dan jaringan fiber optik yang terus berkembang, Mitratel semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin infrastruktur telekomunikasi digital di Indonesia.
Also Read
Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, menyatakan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari strategi bisnis Perseroan yang dijalankan secara konsisten, dengan tetap menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai bagi pemegang saham dan investasi untuk pertumbuhan masa depan. "Kinerja tahun 2025 mencerminkan kekuatan fundamental bisnis Mitratel sekaligus menjadi landasan bagi fase pertumbuhan berikutnya," ujar Theodorus pada Selasa (30/6) lalu. Ia menambahkan, Mitratel berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan antara dividen yang konsisten, investasi pada peluang pertumbuhan baru, dan transformasi menuju Next Generation Tower Company.
Sejalan dengan visi tersebut, Mitratel terus memperkuat perannya sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi dan digital yang komprehensif. RUPST juga menyetujui penambahan kegiatan usaha melalui penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), termasuk pengembangan layanan Power-as-a-Service (PaaS). Langkah strategis ini menjadi fondasi penting untuk memperluas kapabilitas bisnis Perseroan dan membuka sumber pertumbuhan baru melalui pengembangan solusi infrastruktur digital dan energi yang lebih terintegrasi. Transformasi menuju Next-Generation Tower Company bukan sekadar perluasan portofolio, melainkan evolusi strategis untuk menjadi penyedia infrastruktur digital terintegrasi yang siap mendukung percepatan digitalisasi Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, RUPST juga menyetujui perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan, guna memperkuat tata kelola dan mendukung agenda pertumbuhan jangka panjang. Noorhayati Candrasuci diangkat sebagai Direktur Investasi yang baru, menggantikan Hendra Purnama. Theodorus Ardi Hartoko menyampaikan apresiasi atas dedikasi Hendra Purnama dan menyambut direksi baru yang dinilai memiliki pemahaman mendalam tentang industri telekomunikasi. Susunan direksi Mitratel saat ini meliputi Theodorus Ardi Hartoko (Direktur Utama), Agus Winarno (Direktur Bisnis), Ian Sigit Kurniawan (Direktur Keuangan), Hastining Bagyo Astuti (Direktur Operasi & Pembangunan), Noorhayati Candrasuci (Direktur Investasi), dan Fandi Wijaya (Direktur Pengelolaan Aset).
Dengan fondasi bisnis yang kuat, ekspansi strategis, dan kepemimpinan yang solid, Mitratel optimistis dapat terus memperkuat kepemimpinannya sebagai perusahaan infrastruktur digital terdepan di Indonesia dan Asia Tenggara.





