Puluhan Perusahaan Siap Melantai di Bursa

Author Image

Endang Wulansari

30 Juni 2026, 21:04 WIB

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru-baru ini menyoroti tingginya gairah perusahaan untuk mencari pendanaan alternatif melalui pasar modal. Menurut data yang dihimpun jabarpos.id, sebanyak 61 rencana penawaran umum perdana (IPO) saat ini masih berada dalam daftar tunggu, dengan akumulasi nilai yang diperkirakan mencapai Rp 52,38 triliun. Angka ini mencerminkan optimisme korporasi yang kuat, meskipun pasar sedang menghadapi berbagai tantangan.

Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif Dan Bursa Karbon OJK, pada Selasa (30/6/2026) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, menjelaskan bahwa tingginya minat penggalangan dana ini vital untuk menopang kegiatan korporasi dan pemerintah. Hingga kini di tahun 2026, total fundraising telah mencapai Rp 81,09 triliun, sebuah prestasi yang patut diperhitungkan di tengah dinamika ekonomi yang penuh ketidakpastian.

Puluhan Perusahaan Siap Melantai di Bursa
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Namun, Hasan tak lupa memberikan peringatan. Ia menegaskan bahwa kinerja pasar modal dapat dengan cepat diuji ketika sentimen kepercayaan pasar terguncang. Perkembangan pasar sepanjang paruh pertama tahun ini, menurutnya, menjadi pengingat bahwa fondasi ekonomi yang kokoh tak serta-merta menjamin stabilitas tanpa adanya kepercayaan.

Data perdagangan per 26 Juni 2026 menjadi bukti nyata. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami penurunan tajam sebesar 31,81% secara year to date. Di saat yang sama, investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) yang signifikan, mencapai Rp 71,68 triliun sepanjang tahun berjalan. "Fenomena ini menegaskan bahwa kepercayaan akan selalu menjadi penentu arah utama pergerakan pasar modal di kawasan," ungkap Hasan.

Oleh karena itu, Hasan menekankan bahwa Indonesia tidak cukup hanya membangun pasar modal yang besar dan dinamis. Lebih dari itu, pasar modal Indonesia harus mampu berlandaskan kepercayaan sebagai pilar utama bagi perkembangan seluruh ekosistemnya. Kepercayaan ini, lanjutnya, bukanlah tugas yang bisa diselesaikan dengan satu kebijakan tunggal atau hanya oleh satu institusi. Melainkan, merupakan hasil dari komitmen seluruh pemangku kepentingan pasar modal dalam menjaga integritas secara berkelanjutan.

Related Post