Pendiri Panin Bank Mundur Dari Jabatan Penting

Author Image

Endang Wulansari

30 Juni 2026, 12:04 WIB

Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS) setelah Presiden Komisarisnya, Mu’min Ali Gunawan, mengajukan pengunduran diri dari jabatannya. Informasi ini, yang pertama kali diungkap melalui keterbukaan informasi dan dikutip oleh jabarpos.id, menyebutkan bahwa surat pengunduran diri telah diserahkan sejak 26 Juni 2026.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan PANS, Prama Nugraha, membenarkan kabar tersebut. "Bapak Mu’min Ali Gunawan menyampaikan surat pengunduran diri dari jabatan Presiden Komisaris Panin Sekuritas," ujarnya dalam keterangan resmi. Namun, hingga kini, alasan di balik keputusan bankir senior sekaligus pemilik konglomerasi Panin Group ini untuk hengkang dari PANS belum dijelaskan secara gamblang.

Pendiri Panin Bank Mundur Dari Jabatan Penting
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Pengunduran diri Mu’min Ali Gunawan dari posisi puncak di Panin Sekuritas ini tidak serta merta berlaku efektif. Keputusan tersebut masih harus menunggu persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Panin Sekuritas mendatang.

Setelah lampu hijau dari OJK didapatkan, Panin Sekuritas berencana untuk segera menggelar RUPS. Agenda utama RUPS tersebut adalah untuk menyetujui pengunduran diri Mu’min Ali Gunawan serta membahas pengangkatan Presiden Komisaris Panin Sekuritas yang baru untuk mengisi kekosongan posisi strategis tersebut.

Mu’min Ali Gunawan bukanlah sosok sembarangan di kancah perbankan nasional. Ia dikenal sebagai salah satu konglomerat terkemuka di Indonesia dan merupakan pendiri PT Bank Pan Indonesia Tbk. (PNBN) atau Panin Bank. Perjalanan kariernya di industri perbankan dimulai sejak tahun 1966, setelah ia pindah ke Jakarta pada tahun 1962, mengikuti jejak iparnya, Mochtar Riady, yang kelak menjadi pemilik Grup Lippo.

Lahir pada 12 Maret 1939 di Jember dengan nama Lie Mo Ming, Mu’min memulai kiprahnya dengan mengakuisisi sebagian saham Bank Industri dan Dagang Indonesia (BIDI) bersama Mochtar Riady. Bank tersebut kala itu tengah menghadapi krisis likuiditas. Dengan kepemilikan saham yang meningkat hingga 23%, ia kemudian menjabat sebagai direktur bank tersebut. Tak berhenti di situ, pada tahun 1967, ia membeli Bank Kemakmuran di Jakarta dan mendirikan Bank Industri Djaya Indonesia di Surabaya bersama rekan-rekannya.

Puncak dari upaya konsolidasi bisnisnya terjadi pada 17 Agustus 1971, ketika ketiga bank yang dimilikinya – BIDI, Bank Kemakmuran, dan Bank Industri Djaya Indonesia – digabungkan menjadi satu entitas baru yang dikenal sebagai Pan Indonesia Bank, atau yang kini kita kenal sebagai PaninBank. Pada dekade yang sama, PaninBank juga melakukan serangkaian penggabungan dengan sejumlah bank kecil lainnya, mengikuti anjuran merger dari Gubernur Bank Indonesia saat itu, Radius Prawiro.

Di bawah kepemimpinannya, aset PaninBank terus menunjukkan pertumbuhan signifikan pasca-penggabungan dengan beberapa bank kecil antara tahun 1972 hingga 1975. Puncaknya, pada tahun 1982, PaninBank mencatatkan sejarah sebagai bank pertama di Indonesia yang melakukan penawaran umum saham perdana (IPO), menjadikannya pelopor dalam memasyarakatkan saham di pasar modal Indonesia.

Related Post