Pendapatan Melejit Laba Kok Begini PTPN III

Author Image

Endang Wulansari

6 Juli 2026, 18:04 WIB

PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III, BUMN perkebunan raksasa, telah mengungkap proyeksi kinerja keuangan yang menarik perhatian untuk tahun 2026. Meskipun menargetkan lonjakan pendapatan yang fantastis, perusahaan ini justru memproyeksikan laba bersihnya akan sedikit terkoreksi. Informasi strategis ini disampaikan Direktur Utama PTPN III, Denaldy Mulino Mauna, dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta pada Senin (6/7/2026), sebagaimana dilaporkan oleh jabarpos.id.

Denaldy menjelaskan bahwa PTPN III membidik pendapatan konsolidasi sebesar Rp73,607 triliun di tahun 2026. Angka ini menandai kenaikan impresif sekitar 40% dibandingkan realisasi pendapatan tahun 2025 yang mencapai Rp59,318 triliun. "Selama setahun ke depan kami berharap untuk revenue kami tumbuh 40%," tegas Denaldy. Tak hanya itu, laba kotor (gross profit) juga diperkirakan melambung 32% menjadi Rp23,037 triliun.

Pendapatan Melejit Laba Kok Begini PTPN III
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Namun, di tengah optimisme pendapatan, proyeksi laba bersih setelah pajak (Earnings After Tax/EAT) PTPN III untuk tahun 2026 sedikit berbeda. Perusahaan menargetkan EAT sebesar Rp5,898 triliun, yang sedikit di bawah capaian tahun 2025 yang tercatat Rp6,395 triliun. Ini menjadi poin menarik di balik strategi pertumbuhan pendapatan yang agresif.

Dari sisi neraca, total aset PTPN III diproyeksikan terus bertumbuh, mencapai Rp171,730 triliun dari Rp158,250 triliun pada tahun sebelumnya. Rasio keuangan kunci juga menggambarkan kondisi yang lebih sehat. Net Profit Margin (NPM) diperkirakan stabil di level 8,01%, Return on Assets (ROA) 3,48%, dan Return on Equity (ROE) mencapai 7,03%.

Poin krusial lainnya adalah komitmen perusahaan untuk menurunkan rasio utang berbunga terhadap EBITDA (IBD to EBITDA). PTPN III menargetkan rasio ini menjadi 2,79 kali, sebuah penurunan signifikan dari rata-rata historis yang berada di angka 6,08 kali. Hal ini menunjukkan upaya serius dalam menyehatkan struktur permodalan dan mengurangi beban utang.

Related Post