Saham Ini Jadi Incaran Asing Saat IHSG Menguat

Author Image

Endang Wulansari

10 Juli 2026, 08:04 WIB

Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan gairah pada perdagangan Kamis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau, didorong oleh aksi borong investor asing terhadap sejumlah saham berkapitalisasi besar dan sektor komoditas. Menurut pantauan jabarpos.id, PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) menjadi primadona dengan pembelian bersih (net buy) terbesar di pasar reguler.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, investor asing membukukan net buy fantastis sebesar Rp257,3 miliar pada saham MBMA. Total nilai pembelian asing mencapai Rp316,1 miliar, sementara penjualan hanya Rp58,8 miliar. Perlu dicatat, aksi beli asing di MBMA ini sebagian besar terjadi di pasar negosiasi, di mana sebanyak 5,47 juta lot berpindah tangan dengan rata-rata harga Rp478 per saham, menghasilkan total transaksi sekitar Rp261,5 miliar.

Saham Ini Jadi Incaran Asing Saat IHSG Menguat
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Selain MBMA, saham perbankan raksasa juga tak luput dari incaran. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menempati posisi berikutnya dengan net buy Rp87,5 miliar, diikuti oleh PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebesar Rp47,1 miliar. Investor asing juga menunjukkan minat pada sektor energi dan pertambangan lainnya, terbukti dari pembelian aktif di PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RAJA) dan PT Darma Henwa Tbk. (DEWA), yang masing-masing mencatatkan net buy sebesar Rp40,5 miliar.

Masuknya dana asing ke saham-saham perbankan berkapitalisasi besar seperti BMRI dan BBCA mengindikasikan kembalinya kepercayaan investor terhadap prospek sektor keuangan di Indonesia. Sementara itu, dominasi MBMA serta minat pada saham-saham seperti RAJA dan DEWA menegaskan bahwa sektor pertambangan dan mineral tetap menjadi daya tarik utama, seiring dengan penguatan IHSG secara keseluruhan.

Namun, gambaran keseluruhan menunjukkan bahwa aksi beli investor asing masih sangat selektif. Meskipun ada beberapa saham yang diborong, secara agregat investor asing justru membukukan jual bersih (net sell) sebesar Rp259,4 miliar di seluruh pasar reguler pada perdagangan kemarin. Ini menandakan bahwa aliran dana asing memang terfokus pada emiten-emiten tertentu yang dianggap memiliki fundamental kuat atau prospek pertumbuhan menjanjikan, bukan pembelian masif di seluruh lini.

Related Post