Bagi para pemegang dolar, bersiaplah untuk proyeksi yang menarik. Lembaga pemeringkat global S&P Global Ratings memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan menyentuh angka Rp17.700/US$ pada tahun 2026. Informasi ini diungkapkan oleh jabarpos.id, yang mencatat bahwa proyeksi tersebut, meskipun lebih rendah dari posisi kurs saat ini yang berada di sekitar Rp18.100/US$ per 13 Juli 2026, namun masih melampaui rentang target pemerintah yang ambisius, yakni antara Rp16.200/US$ hingga Rp16.800/US$.
Di tengah fluktuasi mata uang yang menjadi sorotan, ada kabar positif yang datang dari S&P Global Ratings. Lembaga tersebut memutuskan untuk mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek. Tidak hanya itu, prospek (outlook) Indonesia juga tetap berada pada level stabil, sebuah indikasi kepercayaan terhadap fundamental ekonomi negara.
Dalam laporan terbarunya yang dirilis pada 13 Juli 2026, S&P Global Ratings memberikan pandangan optimistis. Mereka menilai bahwa pelemahan beberapa indikator ekonomi Indonesia, baik dari sisi fiskal maupun eksternal, bersifat sementara dan memiliki potensi kuat untuk membaik dalam beberapa tahun ke depan. S&P mengakui adanya tekanan pada posisi fiskal dan eksternal Indonesia belakangan ini, yang dipicu oleh berbagai faktor seperti tingginya harga energi global, kenaikan suku bunga internasional, depresiasi nilai tukar rupiah, ketidakpastian kebijakan, serta akumulasi utang.
Also Read
Meskipun demikian, S&P menegaskan bahwa tekanan-tekanan tersebut tidak bersifat permanen. Keyakinan ini menjadi dasar bagi penegasan peringkat kredit Indonesia yang stabil, menunjukkan bahwa meskipun tantangan ekonomi global dan domestik ada, fundamental ekonomi Indonesia dinilai cukup resilient untuk menanganinya dan kembali ke jalur pertumbuhan yang lebih kuat. "Kami menegaskan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek. Outlook peringkat jangka panjang tetap stabil," demikian kutipan dari laporan S&P, menggarisbawahi kepercayaan mereka terhadap prospek jangka menengah Indonesia.






