Pusat Keuangan Global RI Tahun Ini Bali Jadi Kunci

Author Image

Endang Wulansari

21 Juli 2026, 18:04 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan target ambisius: Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) diharapkan mulai beroperasi tahun ini. Kabar ini dilaporkan oleh jabarpos.id berdasarkan pernyataan Purbaya. Meski demikian, sejumlah pekerjaan rumah masih menanti, terutama terkait penyusunan berbagai aturan turunan, termasuk Peraturan Pemerintah (PP) yang menjadi landasan operasionalnya.

Saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Purbaya menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat proses ini. "Kita harapkan, kita coba secepatnya. Kita bisa usahakan tahun ini beroperasi," ujarnya, mengisyaratkan percepatan dalam persiapan PFII.

Pusat Keuangan Global RI Tahun Ini Bali Jadi Kunci
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Purbaya melihat kondisi ekonomi dan geopolitik global yang penuh ketidakpastian justru sebagai peluang emas. Menurutnya, di tengah gejolak dunia, permintaan investor akan pusat finansial yang efisien dan kompetitif justru melonjak, menjadikan momen ini sangat strategis bagi Indonesia.

"Di situlah kebutuhan akan pusat finansial meningkat, terutama saat efisiensi tinggi menjadi krusial. Namun, jika kondisi global sudah tenang dan damai, persaingan akan semakin ketat bagi kita," jelas Purbaya, menggambarkan dinamika pasar keuangan global yang ingin dimanfaatkan Indonesia.

Meskipun target operasional telah ditetapkan untuk tahun ini, teka-teki lokasi pasti PFII masih belum terpecahkan. Purbaya mengungkapkan bahwa keputusan akhir akan diambil berdasarkan proposal terbaik yang diajukan kepada pemerintah.

Kriteria utama untuk lokasi PFII, menurut Purbaya, meliputi kesiapan infrastruktur yang memadai, potensi pengembangan yang mudah, serta kemampuan untuk menarik minat investor global agar menjadikan Indonesia sebagai fondasi utama aktivitas keuangan internasional mereka.

Purbaya menjelaskan bahwa undang-undang memberikan kewenangan penuh kepada Menteri Keuangan untuk menentukan lokasi final. "Kita akan melihat proposal yang masuk. Saat ini belum ada penentuan pasti. Apakah Kura-Kura Bali? Saya belum tahu. Meskipun Kura-Kura Bali memiliki status KEK, jika proposalnya yang terbaik, status KEK tersebut bisa saja dibubarkan," terang Purbaya, membuka spekulasi tentang lokasi potensial yang mencakup kawasan di Pulau Dewata.

PFII dirancang sebagai lokomotif keuangan internasional yang diharapkan dapat memikat arus modal global, memperdalam pasar keuangan domestik, dan secara signifikan memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan ketat pusat finansial regional. Untuk memastikan daya saing PFII, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai insentif menarik dan kekhususan regulasi. Langkah ini diharapkan mampu menjadikan PFII lebih unggul dibandingkan pusat keuangan internasional lain di kawasan.

Related Post