Asing Lepas Saham Bank Jumbo IHSG Tetap Perkasa

Author Image

Endang Wulansari

21 Juli 2026, 08:04 WIB

Pada perdagangan Senin (20/7/2026), pasar modal Indonesia menunjukkan dinamika yang menarik. Meskipun investor asing secara keseluruhan mencatatkan pembelian bersih (net foreign buy) yang tipis sebesar Rp93,5 miliar, ada fenomena mencolok di mana mereka justru ramai-ramai melepas saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. Informasi ini dihimpun oleh jabarpos.id, menyoroti kontradiksi di balik reli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus menguat.

Aksi jual bersih investor asing paling kentara terlihat pada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dengan nilai penjualan mencapai Rp239,1 miliar. Ini menjadikan BMRI sebagai target utama pelepasan saham oleh investor global pada hari itu. Selain BMRI, saham PT Astra International Tbk (ASII) juga tidak luput dari tekanan jual asing, tercatat sebesar Rp172,8 miliar.

Asing Lepas Saham Bank Jumbo IHSG Tetap Perkasa
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Tren penjualan asing juga merambah ke beberapa emiten lain. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dilepas sebesar Rp73,1 miliar, diikuti oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dengan nilai Rp55,2 miliar, serta PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) sebesar Rp44,4 miliar. Daftar saham yang mengalami arus keluar dana asing juga mencakup PGAS (Rp34,5 miliar), AADI (Rp28,1 miliar), KLBF (Rp26,3 miliar), EMAS (Rp24,7 miliar), dan BRIS (Rp17,1 miliar).

Menariknya, di tengah derasnya penjualan pada saham-saham unggulan tersebut, IHSG justru berhasil melanjutkan penguatannya. Indeks acuan bursa tersebut ditutup di level 6.231,78, melonjak 56,24 poin atau setara 0,91%. Penguatan ini didukung oleh membaiknya market breadth, di mana 399 saham menguat, 210 melemah, dan 185 stagnan. Total nilai transaksi harian mencapai Rp17,16 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 35,57 miliar saham yang diperdagangkan dalam 2,39 juta kali transaksi. Ini menunjukkan resiliensi pasar domestik meskipun ada tekanan jual dari investor asing pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Related Post