Terungkap Pemimpin Asuransi Proyek Raksasa Dunia

Author Image

Endang Wulansari

7 Agustus 2026, 00:04 WIB

Sebuah kabar mengejutkan datang dari sektor asuransi nasional. PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), yang dikenal sebagai Tugu Insurance, kini berada di garis depan, memimpin konsorsium asuransi untuk proyek gas raksasa Lapangan Abadi Blok Masela. Proyek strategis ini, dengan estimasi investasi awal mencapai US$20,9 miliar atau setara Rp355 triliun, menjadi sorotan utama. Informasi ini disampaikan oleh jabarpos.id.

Direktur Teknik Tugu Insurance, Fadlil Iswahyudi, menjelaskan bahwa keterlibatan perseroan bukan tanpa alasan. Ini adalah bagian dari mandat penting untuk menyediakan proteksi asuransi bagi proyek-proyek strategis nasional yang berada di bawah pengelolaan PT Pertamina Hulu Energi (PHE).

Terungkap Pemimpin Asuransi Proyek Raksasa Dunia
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Di SKK Migas ada konsorsium asuransi, dan Tugu Pratama menjadi leadernya," ungkap Fadlil dalam sebuah Media Meet Up, Kamis (6/8/2026). Ia menambahkan, peran Tugu sebagai pemimpin konsorsium adalah mengoordinasikan seluruh anggota yang terdiri dari beberapa perusahaan asuransi lain, memastikan semua berjalan harmonis dan efektif.

Proyek Lapangan Abadi Blok Masela sendiri bukan proyek biasa. Tingkat kompleksitasnya sangat tinggi, mengingat skalanya yang masif dan potensinya untuk menjadi salah satu proyek offshore terbesar di dunia. Dengan demikian, besarnya skala proyek ini menuntut perlindungan aset yang sangat besar dan dukungan kapasitas asuransi global.

Fadlil membeberkan bahwa nilai investasi proyek Masela diperkirakan dapat mencapai lebih dari US$20 miliar hingga US$30 miliar, atau sekitar Rp340 triliun hingga Rp510 triliun (dengan asumsi kurs Rp17.000/US$). Angka fantastis ini menyoroti tantangan besar, mengingat kapasitas pasar asuransi offshore global saat ini hanya berkisar US$5 miliar hingga US$6 miliar (Rp85 triliun hingga Rp102 triliun). Kondisi ini secara otomatis menuntut penggabungan kapasitas dari berbagai perusahaan asuransi dan reasuransi di seluruh dunia.

"Jadi kapasitas dari berbagai perusahaan di seluruh dunia akan dikumpulkan untuk meng-cover proyek Masela. Bisa dibayangkan betapa besarnya proyek ini," jelas Fadlil, menegaskan tantangan Tugu Insurance. Perseroan dituntut untuk mampu mengorkestrasi kapasitas pasar global, memastikan kebutuhan perlindungan proyek terpenuhi, serta menawarkan terms and conditions yang sesuai dengan premi yang kompetitif dan berkelanjutan.

Proyek ini telah mencapai tonggak penting dengan peletakan batu pertama pada 16 Juli 2026. Momen tersebut menandai babak baru setelah perjalanan panjang hampir 30 tahun sejak kontrak awal ditandatangani pada tahun 1998, sebuah penantian yang akhirnya berbuah manis.

Dengan nilai investasi awal sekitar US$20,9 miliar (Rp355 triliun), Lapangan Abadi Blok Masela memang menjadi salah satu proyek migas terbesar yang sedang dikembangkan di Indonesia. PT Pertamina Hulu Energi, melalui entitasnya PT Pertamina Hulu Energi Masela, bersama PETRONAS Masela Sdn. Bhd., telah sukses mengakuisisi 35% participating interest (PI) yang sebelumnya dimiliki oleh Shell Upstream Overseas Services (I) Limited. Kini, PHE Masela resmi mengelola 20% PI, sementara PETRONAS Masela menguasai 15% PI di Blok Masela.

Lapangan Abadi sendiri adalah cadangan gas laut dalam terbesar di Indonesia, berlokasi sekitar 160 kilometer lepas pantai Pulau Yamdena di Laut Arafura, pada kedalaman 400-800 meter. Kontrak Production Sharing Contract (PSC) untuk lapangan ini berlaku hingga tahun 2055. Berdasarkan rencana pengembangan, Lapangan Abadi diproyeksikan mampu memproduksi LNG sebesar 9,5 juta metrik ton per tahun (MMTPA), gas pipa sebesar 150 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD), serta kondensat hingga 35.000 barel per hari.

Related Post