Jakarta – Meskipun investor asing secara keseluruhan masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) di pasar saham Indonesia, sebuah pola menarik terungkap pada perdagangan Rabu (5/8/2026). Data yang dihimpun jabarpos.id menunjukkan, di balik angka net sell sebesar Rp182,8 miliar di seluruh pasar, terlihat adanya pergeseran fokus dana asing yang signifikan, terutama menuju saham-saham berbasis komoditas.
Pergeseran strategi investor global ini mengindikasikan ketertarikan yang meningkat pada sektor pertambangan. Saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) menjadi primadona, dengan nilai pembelian bersih asing mencapai Rp180,6 miliar. Tak kalah menarik, PT Timah (Persero) Tbk. (TINS) juga menjadi incaran, membukukan net buy asing sebesar Rp122,7 miliar, disusul oleh PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) dengan Rp88,6 miliar.
Selain raksasa pertambangan, beberapa saham dari sektor lain juga berhasil menarik perhatian investor asing. PT Idointernet Tbk. (EDGE) mencatat net buy sebesar Rp81,9 miliar, diikuti oleh PT DMS Propertindo Tbk. (KOTA) dengan Rp46,4 miliar, dan PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) yang membukukan Rp39,7 miliar.
Also Read
Di tengah dinamika pergerakan dana asing ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut melanjutkan tren positifnya. Indeks kebanggaan bursa Tanah Air ini ditutup menguat 31,53 poin atau 0,5% pada level 6.351,14. Kenaikan IHSG ini didukung oleh mayoritas saham yang bergerak positif, dengan 422 saham menguat, 223 saham melemah, dan 318 saham stagnan.
Total nilai transaksi perdagangan pada hari tersebut mencapai Rp14,91 triliun, melibatkan perputaran 39,26 miliar saham dalam 2,32 juta kali transaksi. Dengan demikian, kapitalisasi pasar bergerak naik menjadi Rp11.085 triliun, menunjukkan geliat aktivitas yang cukup tinggi di pasar modal Indonesia.






