Jutaan UMKM Melesat Berkat Holding Ini

Author Image

Endang Wulansari

13 September 2026, 15:31 WIB

Lima tahun terakhir menjadi saksi bisu transformasi ekonomi kerakyatan di Indonesia. Sejak dibentuk pada 13 September 2021, Holding Ultra Mikro (UMi) yang mengintegrasikan kekuatan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), telah menjelma menjadi ekosistem pemberdayaan ekonomi terbesar di tanah air, demikian laporan jabarpos.id. Ekosistem ini tidak hanya membuka gerbang pembiayaan, tetapi juga berhasil mendorong jutaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk naik kelas.

Pembentukan Holding UMi lima tahun silam berakar dari urgensi menjangkau segmen ultra mikro yang kerap terpinggirkan dari layanan keuangan formal. Melalui sinergi ketiga entitas ini, jangkauan layanan diperluas secara masif, memberikan akses modal sekaligus kesempatan peningkatan kapasitas usaha dan ketahanan ekonomi keluarga. Hingga triwulan II-2026, data menunjukkan Holding UMi telah melayani 33,8 juta debitur aktif dan mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro.

Jutaan UMKM Melesat Berkat Holding Ini
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Salah satu indikator keberhasilan paling nyata adalah keberhasilan sekitar 2,3 juta debitur yang telah ‘naik kelas’. Ini mencerminkan perjalanan nasabah dari segmen usaha yang lebih kecil, secara bertahap mengakses layanan dan pembiayaan yang lebih luas, menuju kemandirian ekonomi yang lebih mapan.

Group CEO BRI, Hery Gunardi, menyoroti bahwa lima tahun perjalanan Holding UMi adalah bukti nyata bagaimana integrasi kekuatan berbeda mampu menciptakan dampak ekonomi yang luar biasa. Menurut Hery, kekuatan Holding UMi bertumpu pada keunggulan masing-masing entitas: BRI dengan jaringan dan kapabilitas pembiayaan UMKM yang luas, Pegadaian dengan kompetensi gadai dan ekosistem emas, serta PNM yang unggul dalam pemberdayaan dan pendampingan kelompok usaha ultra mikro.

Integrasi ini memungkinkan masyarakat memperoleh layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tahapan perkembangan ekonomi mereka. Pelaku usaha pemula bisa mendapatkan pendampingan dan pembiayaan ultra mikro, lalu seiring waktu bertumbuh, mengakses pembiayaan lebih besar, hingga memanfaatkan layanan transaksi, simpanan, investasi, dan berbagai layanan keuangan lain.

Dukungan infrastruktur juga menjadi kunci. Hingga triwulan II-2026, Holding UMi memiliki lebih dari 15.100 kantor gabungan BRI, Pegadaian, dan PNM, memastikan aksesibilitas layanan bagi masyarakat. Tak hanya itu, lebih dari 74 ribu tenaga pemasar, termasuk Mantri BRI, tenaga pemasar Pegadaian, dan AO PNM, menjadi garda terdepan dalam menjangkau dan mendampingi komunitas. Peran mereka melampaui penyaluran pembiayaan; mereka membangun kedekatan, memahami karakteristik usaha, memberikan edukasi, dan mendampingi pelaku usaha mengembangkan kapasitasnya.

Hery Gunardi menekankan bahwa keberhasilan Holding UMi tidak semata diukur dari besarnya pembiayaan, melainkan dari mobilitas ekonomi yang tercipta. Keberhasilan sejati, menurutnya, adalah ketika usaha nasabah tumbuh, pendapatan meningkat, kemampuan menabung membaik, dan akhirnya mampu mengakses layanan keuangan yang lebih luas, yang berujung pada peningkatan kesejahteraan. Oleh karena itu, agenda ‘naik kelas’ akan terus menjadi prioritas utama.

Memasuki tahun kelima, transformasi Holding Ultra Mikro juga merambah ke perluasan inklusi dan literasi keuangan, dengan penguatan ekosistem emas melalui Pegadaian sebagai salah satu pilar utamanya. Hingga Agustus 2026, ekosistem emas ini telah mencapai sekitar 153 ton. Layanan gadai, pembiayaan berbasis emas, Tabungan Emas, transaksi digital, hingga bullion services, kini semakin memperluas akses masyarakat terhadap emas sebagai instrumen penyimpan nilai dan pembentuk aset jangka panjang. Ini mendorong masyarakat dari sekadar membutuhkan modal, menjadi terbiasa menabung, memperkuat ketahanan finansial, hingga memiliki aset.

Hery menegaskan bahwa lima tahun pertama ini adalah fondasi kokoh untuk fase pertumbuhan berikutnya. Dengan skala ekosistem yang telah terbentuk, fokus selanjutnya adalah memastikan manfaat ekonomi yang lebih dalam dirasakan oleh semakin banyak masyarakat dari integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM.

Tujuan akhir Holding Ultra Mikro, pungkas Hery, bukan hanya menjadi ekosistem keuangan raksasa, melainkan menjadi jembatan yang membawa masyarakat dari akses keuangan menuju pemberdayaan, dan dari pemberdayaan menuju kesejahteraan. Inilah kontribusi nyata BRI Group untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan menciptakan pertumbuhan yang inklusif.

Related Post