MKNT Kini Berbeda Pengendali Baru Suntik Triliunan

Author Image

Endang Wulansari

15 September 2026, 10:04 WIB

jabarpos.id, Jakarta – Emiten telekomunikasi PT Remitra Global International Tbk (MKNT), yang sebelumnya dikenal sebagai PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru. Ini setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 14 September 2026 di Hotel Manhattan, Jakarta, disetujui para pemegang saham, menandai babak baru bagi perseroan dengan persetujuan masuknya pengendali anyar dan suntikan modal segar senilai lebih dari Rp1 triliun.

Enam agenda krusial disepakati dalam RUPSLB tersebut. Poin-poin penting itu mencakup penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, pergantian pengendali utama, revisi Anggaran Dasar, serta perombakan susunan Direksi dan Dewan Komisaris.

MKNT Kini Berbeda Pengendali Baru Suntik Triliunan
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Aksi korporasi ini bukan sekadar perubahan administratif, melainkan strategi fundamental untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dalam jangka panjang. Melalui skema PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai fantastis, mencapai Rp1,024 triliun.

Injeksi dana segar ini bersumber dari berbagai kanal. Sebagian besar digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Tercatat, kewajiban kepada PT Headwell Bintang Energi Hijau sebesar Rp668 miliar dan kepada PT Mantra Capital Persadan senilai Rp154,925 miliar akan dikonversi menjadi kepemilikan saham. Selain itu, perseroan juga memperoleh suntikan dana tunai sebesar Rp200 miliar dari lima investor independen, ditambah Rp1,5649 miliar dari PT Mantra Capital Persadan.

Dengan rampungnya pelaksanaan PMTHMETD ini, perseroan menyatakan posisi ekuitasnya kembali menjadi positif. Kondisi ini diharapkan membuka ruang yang lebih luas bagi perusahaan untuk kembali menjalankan kegiatan operasional dengan struktur permodalan yang jauh lebih sehat dan kokoh.

Pengendali Baru Resmi Masuk

Perubahan struktur permodalan ini secara langsung berimplikasi pada kepemilikan dan kendali perseroan. Sebagai akibat hukum langsung dari pelaksanaan PMTHMETD, PT Headwell Bintang Energi Hijau akan resmi menjadi pengendali baru Remitra Global International. Sosok Handoyo Setiawan ditetapkan sebagai pemilik manfaat akhir atau ultimate beneficial owner dari entitas pengendali baru tersebut. Perubahan kendali ini sekaligus menandai transformasi besar dalam arah bisnis perseroan setelah sebelumnya menggunakan nama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk.

Perubahan fundamental Remitra Global tak berhenti pada struktur modal dan kepemilikan. Jauh sebelumnya, pada 29 Mei 2026, perseroan telah merampungkan akuisisi dua entitas operasional, yakni PT Citra Baru Steel dan PT Radja Udang Malingping. PT Citra Baru Steel dikenal bergerak di sektor manufaktur baja tulangan, sementara PT Radja Udang Malingping menjalankan bisnis budidaya tambak udang. Dengan masuknya kedua entitas ini, portofolio bisnis perseroan kini merambah sektor manufaktur baja dan perikanan budidaya, membuka peluang pertumbuhan baru yang signifikan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya perseroan untuk membangun sumber pertumbuhan baru sekaligus menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi para pemegang saham.

RUPSLB juga menyetujui perombakan susunan pengurus perseroan. Untuk jajaran Dewan Komisaris, Handoyo Setiawan ditunjuk sebagai Komisaris Utama. Sementara itu, Erry Firmansyah menjabat sebagai Komisaris Independen dan Idrus Marham sebagai Komisaris. Di jajaran Direksi, posisi Direktur Utama dipercayakan kepada Santoso Widjojo, yang akan didampingi oleh Jehuda Ebenhaezer Winata sebagai Direktur.

Direktur Utama Remitra Global International, Santoso Widjojo, menegaskan bahwa RUPSLB ini merupakan titik tolak fase baru perjalanan perseroan. "Dengan struktur permodalan yang sehat dan tata kelola yang diperkuat, kami memiliki fondasi yang kokoh untuk melangkah maju," ujar Santoso.

Ke depan, perseroan akan memprioritaskan pelaksanaan seluruh rangkaian aksi korporasi yang telah disetujui, memperkuat kinerja perusahaan anak, serta memenuhi berbagai komitmen kepada regulator dan mitra bisnis. Tak hanya itu, eksplorasi kegiatan usaha baru yang berpotensi memberikan nilai tambah signifikan bagi pemegang saham juga akan menjadi fokus utama.

Dengan identitas baru, kendali yang berganti tangan, struktur permodalan yang sehat, serta diversifikasi ke sektor strategis seperti baja dan budidaya udang, Remitra Global International kini bersiap untuk mengukir babak pertumbuhan baru yang ambisius.

Related Post