IHSG Melaju Kencang di Sesi Pagi Ini

Author Image

Endang Wulansari

23 Oktober 2026, 10:31 WIB

Jabarpos.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa yang sangat impresif pada perdagangan sesi pertama hari ini. Setelah sempat mengalami fluktuasi yang cukup tajam di awal pembukaan pasar, indeks utama bursa domestik ini berhasil melakukan rebound kuat dan terbang tinggi, memberikan angin segar bagi para investor di tanah air.

Berdasarkan pantauan data pasar, hingga pukul 10.24 WIB, IHSG tercatat berada di level 5.449,09. Angka ini menunjukkan kenaikan yang signifikan sebesar 61,18 poin atau setara dengan penguatan 1,14 persen. Perjalanan indeks hari ini sejatinya tidak berjalan mulus sejak menit pertama. Saat pembukaan pasar, IHSG sebenarnya hanya bergerak tipis menguat 0,18 persen di level 5.397,34.

IHSG Melaju Kencang di Sesi Pagi Ini
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Ketegangan sempat terjadi ketika indeks mengalami tekanan jual yang cukup masif, hingga sempat merosot ke titik terendah harian di level 5.366,29 atau melemah 0,40 persen. Namun, momentum pembalikan arah terjadi dengan cepat. Para pembeli mulai mendominasi pasar, mendorong indeks merangkak naik hingga sempat menyentuh level tertinggi di angka 5.451,54. Dari sisi aktivitas transaksi, volume perdagangan hingga pukul 10.23 WIB telah mencapai 161,48 juta lot dengan nilai transaksi yang menembus angka Rp5,08 triliun.

Kenaikan ini terjadi di tengah perhatian pasar yang sangat tinggi terhadap berbagai sentimen domestik maupun global. Di dalam negeri, para pelaku pasar tengah memantau arah kebijakan pemerintah, khususnya terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai tata kelola sumber daya alam serta rencana strategis perampingan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Selain itu, sektor perbankan juga menjadi sorotan utama menyusul pertumbuhan kredit yang mencatatkan rekor tertinggi dalam satu dekade terakhir.

Investor juga tengah menunggu rilis data uang beredar bulan September dari Bank Indonesia (BI) untuk melihat dinamika likuiditas setelah sempat mengalami perlambatan dalam dua bulan terakhir. Tak hanya itu, kebijakan baru dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai perubahan metode penghitungan IHSG juga menjadi bahan diskusi hangat. Mulai 2 November 2026, saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) tidak akan lagi masuk dalam perhitungan indeks guna menciptakan gambaran pasar yang lebih akurat.

Dari sisi global, kondisi pasar internasional memberikan tekanan tersendiri, terutama setelah terjadinya koreksi di Wall Street. Selain itu, data inflasi Jepang yang merangkak naik menjadi 2,1 persen pada September 2026 turut memberikan pengaruh pada sentimen pasar global. Kenaikan inflasi inti di Jepang yang melampaui target Bank of Japan (BOJ) ini menjadi faktor penting yang terus dipantau oleh investor dunia, termasuk di Indonesia. Melalui dinamika ini, pasar diharapkan tetap waspada terhadap volatilitas yang mungkin terjadi di sisa hari perdagangan ini.

Related Post