Jabarpos.id – Dunia pasar modal tanah air kembali dikejutkan dengan langkah agresif yang diambil oleh PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK). Perusahaan yang erat kaitannya dengan pengusaha ternama Haji Isam ini secara resmi mengumumkan rencana besar untuk melakukan aksi korporasi berupa penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau yang lebih dikenal dengan istilah rights issue.
Langkah ini bukan sekadar rencana biasa, melainkan sebuah manuver finansial berskala jumbo. Berdasarkan data keterbukaan informasi yang dirilis melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan berencana menerbitkan saham baru dalam jumlah yang sangat fantastis. Perusahaan menargetkan penerbitan maksimal hingga 100 miliar lembar saham baru. Jika dikalkulasikan, nilai dari aksi korporasi ini diperkirakan mampu menembus angka Rp 8,19 triliun.
Besarnya nilai dana yang dihimpun ini menunjukkan ambisi besar manajemen untuk memperkuat struktur permodalan dan memperluas jangkauan bisnis mereka di masa depan. Namun, rencana raksasa ini tentu tidak bisa berjalan secara instan. Ada serangkaian prosedur hukum dan regulasi yang harus dilalui oleh manajemen PACK agar aksi ini berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.
Also Read
Manajemen PACK menjelaskan bahwa pelaksanaan rights issue ini sangat bergantung pada restu dari para pemegang saham. Oleh karena itu, perseroan telah menjadwalkan penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 30 November 2026 mendatang. Rapat tersebut akan menjadi momentum krusial bagi para investor untuk menentukan arah masa depan perusahaan melalui persetujuan rencana penambahan modal ini.
Setelah mendapatkan lampu hijau dari RUPSLB, langkah selanjutnya adalah menyampaikan pernyataan pendaftaran kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lengkap dengan seluruh dokumen pendukungnya. Proses ini baru akan dianggap tuntas dan dapat dieksekusi setelah pernyataan pendaftaran tersebut dinyatakan efektif oleh pihak regulator.
Lantas, untuk apa dana triliunan rupiah tersebut? Manajemen telah menyiapkan peta jalan yang jelas terkait penggunaan dana hasil rights issue. Setidaknya ada tiga agenda utama yang menjadi prioritas penggunaan dana tersebut. Pertama, perusahaan akan mengalokasikan sebagian dana untuk keperluan pelunasan pinjaman guna memperbaiki struktur utang perusahaan.
Kedua, yang menjadi sorotan utama para pelaku pasar, adalah rencana akuisisi melalui pembelian saham Denway Development Limited (DDL). Langkah akuisisi ini diprediksi akan menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan aset dan pendapatan perseroan. Terakhir, sisa dana yang terkumpul akan dialokasikan sebagai modal kerja bagi perseroan maupun entitas anak di bawah naungannya guna mendukung operasional harian dan ekspansi bisnis yang lebih luas.
Melansir laporan dari jabarpos.id, para investor kini tengah menanti bagaimana hasil RUPSLB nanti akan memengaruhi pergerakan harga saham PACK di lantai bursa. Apakah langkah ekspansif ini akan menjadi angin segar bagi pertumbuhan nilai perusahaan, atau justru menjadi tantangan baru bagi para pemegang sahamnya? Semua mata kini tertuju pada manuver besar emiten milik Haji Isam ini.





