Polemik Ekspor Gas ke Singapura

Author Image

Endang Wulansari

27 Oktober 2026, 15:31 WIB

Jabarpos.id – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, memberikan respons tegas terkait dinamika kebijakan penghentian ekspor gas alam Indonesia ke Singapura yang tengah menjadi sorotan publik. Luhut menekankan bahwa Indonesia tidak boleh berada dalam posisi yang abu-abu dalam menghadapi persoalan strategis ini. Menurutnya, pemerintah harus memiliki sikap yang konkret dan posisi yang jelas, meskipun hal tersebut tidak boleh memicu konflik diplomatik dengan negara tetangga.

Persoalan mengenai aliran gas ke Singapura ini menjadi isu sensitif karena menyangkut kepentingan energi nasional dan hubungan bilateral di kawasan Asia Tenggara. Luhut menjelaskan bahwa kendali penuh atas kebijakan teknis terkait ekspor energi ini berada di tangan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Ia meyakini bahwa proses evaluasi mendalam sedang berjalan untuk memastikan keputusan yang diambil nantinya benar-benar menguntungkan kepentingan nasional.

Polemik Ekspor Gas ke Singapura
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Saya rasa persoalan ini perlu diserahkan sepenuhnya kepada Menteri ESDM. Beliau sudah memberikan pernyataan terkait hal ini. Saya yakin proses evaluasi sedang dilakukan dengan sangat matang oleh Pak Bahlil," ujar Luhut saat memberikan keterangan kepada awak media di kantor Dekonas, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Luhut menambahkan bahwa meskipun Indonesia perlu bersikap tegas, tujuan utamanya bukanlah untuk menciptakan ketegangan atau perselisihan dengan Singapura. Ia menilai bahwa menjaga hubungan baik antarnegara tetangga tetap menjadi prioritas, namun kedaulatan energi dan kepentingan domestik tidak boleh dikorbankan begitu saja. "Kita tidak perlu berkelahi dengan Singapura, karena tidak ada alasan untuk itu. Namun, sebagai sebuah negara, kita wajib memiliki posisi yang jelas dalam mengambil keputusan strategis," tegasnya.

Dalam upaya mencari solusi terbaik, Luhut mengaku telah melakukan komunikasi intensif dengan Menteri Bahlil Lahadalia. Dalam diskusi tersebut, pemerintah telah menyampaikan perhatian serius mengenai dampak dari kebijakan ekspor gas ini. Luhut juga mendorong adanya introspeksi internal di dalam negeri agar kebijakan energi Indonesia ke depan menjadi lebih kuat dan tidak mudah goyah oleh tekanan eksternal.

Lebih lanjut, Luhut mengungkapkan bahwa Presiden Republik Indonesia telah memberikan instruksi dan arahan yang sangat jelas mengenai bagaimana pemerintah harus bersikap. Sebagai salah satu pemimpin senior di kawasan ASEAN, pandangan Indonesia diharapkan dapat menjadi referensi dan didengar oleh negara-negara tetangga lainnya.

Meski belum merinci langkah teknis atau detail dari hasil evaluasi tersebut, Luhut memastikan bahwa pemerintah sedang bekerja untuk menyeimbangkan antara kebutuhan ekonomi global dan ketahanan energi nasional. Keputusan akhir mengenai kelanjutan ekspor gas ini akan sepenuhnya menjadi domain Kementerian ESDM setelah seluruh kajian selesai dilakukan.

Related Post