Strategi BSI Amankan Harga Saham

Author Image

Endang Wulansari

27 Oktober 2026, 10:04 WIB

Jabarpos.id – Kondisi pasar modal yang sedang mengalami fluktuasi tinggi memicu langkah strategis dari salah satu raksasa perbankan syariah di tanah air. PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) secara resmi mengumumkan rencana besar untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback. Langkah ini diambil sebagai upaya perusahaan untuk menjaga stabilitas nilai saham di tengah ketidakpastian ekonomi yang membayangi pasar saham saat ini.

Berdasarkan informasi keterbukaan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen BSI telah menyiapkan dana jumbo untuk mengeksekusi rencana tersebut. Perusahaan mengalokasikan dana sebesar-besarnya mencapai Rp500 miliar. Angka tersebut sudah mencakup seluruh biaya transaksi serta biaya-biaya lain yang mungkin muncul selama proses pembelian kembali saham berlangsung. Menariknya, perusahaan menegaskan bahwa seluruh pendanaan untuk aksi korporasi ini murni berasal dari kas internal perseroan, tanpa melibatkan utang baru.

Strategi BSI Amankan Harga Saham
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dalam pengumuman resmi yang dirilis pada Senin (26/10/2026), pihak manajemen menjelaskan bahwa nilai buyback yang direncanakan tidak akan melampaui angka 20 persen dari total modal disetor perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa langkah tersebut masih dalam koridor manajemen risiko yang sangat terukur.

Rencana eksekusi pembelian kembali saham ini dijadwalkan akan dimulai pada Selasa (27/10/2026) dan diperkirakan akan berlangsung hingga 26 Januari 2027 mendatang. Seluruh proses ini akan dilakukan dengan mengikuti regulasi ketat yang telah ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Setelah proses pembelian selesai, saham-saham hasil buyback tersebut akan dikelola sesuai dengan ketentuan yang berlaku bagi perusahaan terbuka.

Meski penggunaan dana kas internal dalam jumlah besar ini akan berdampak pada penurunan nilai aset dan ekuitas perusahaan setara dengan nilai buyback tersebut, manajemen BSI tetap optimis. Pihak bank meyakinkan para investor bahwa langkah ini tidak akan mengganggu operasional bisnis secara signifikan. Dengan kondisi arus kas yang masih sangat sehat dan modal yang mencukupi, perusahaan memprediksi kinerja laba rugi akan tetap berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan sebelumnya.

Mengenai penentuan harga beli, BSI menyatakan akan menggunakan prinsip harga yang wajar dan dianggap terbaik bagi kepentingan perusahaan. Penentuan harga ini akan mengacu pada ketentuan POJK 13/2023 guna memastikan transparansi dan perlindungan bagi seluruh pemegang saham.

Sentimen positif dari rencana buyback ini tampaknya langsung direspons oleh pasar. Pada perdagangan pagi ini, saham BRIS terpantau melonjak signifikan ke level Rp1.140 per lembar saham, atau menguat sebesar 8,06% pada pukul 09.14 WIB. Kenaikan ini menjadi angin segar bagi investor, mengingat sepanjang tahun berjalan, saham BRIS sempat mengalami tekanan jual yang cukup dalam dengan penurunan mencapai 48,65%. Langkah berani BSI ini diharapkan mampu menjadi katalis untuk mengembalikan kepercayaan investor terhadap prospek perbankan syariah di Indonesia.

Related Post