Jabarpos.id – Pemerintah tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat ekonomi akar rumput melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Fokus utama dalam pengembangan program ini bukan lagi sekadar membangun infrastruktur fisik, melainkan pada penguatan model bisnis yang berkelanjutan agar koperasi mampu mandiri dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa.
Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Koperasi. Pertemuan tersebut membahas secara mendalam mengenai penguatan model bisnis KDKMP guna memastikan distribusi kebutuhan pokok masyarakat berjalan lancar sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat desa.
Dony menekankan bahwa tantangan terbesar dalam membangun sebuah ekosistem ekonomi bukanlah pada penyediaan bangunan atau perekrutan sumber daya manusia, melainkan pada penciptaan sistem bisnis yang sehat. Menurutnya, membangun fisik dan manusia mungkin relatif mudah, namun merancang model bisnis yang mampu bertahan dalam jangka panjang adalah pekerjaan yang jauh lebih kompleks.
Also Read
"Membangun fisik itu gampang, membangun orang gampang, tapi membangun model bisnis itu tidak gampang," ujar Dony dalam keterangannya yang dikutip dari laman resmi BP BUMN.
Salah satu terobosan yang tengah disiapkan adalah pembentukan pusat distribusi atau distribution center. Kehadiran pusat distribusi ini akan berfungsi sebagai simpul utama dalam penyaluran berbagai kebutuhan pokok masyarakat. Dengan sistem ini, mekanisme pengiriman barang akan dilakukan berdasarkan pesanan atau purchase order (PO). Hal ini bertujuan untuk menjaga efisiensi stok dan mencegah terjadinya penumpukan barang yang tidak perlu di tingkat desa.
Lebih lanjut, Dony menjelaskan bahwa aspek pembiayaan akan ditempatkan pada level pusat distribusi tersebut. Langkah ini diambil untuk memastikan operasional berjalan mulus dan arus kas tetap terjaga. Dengan adanya skema ini, koperasi tidak hanya sekadar menjadi tempat jual beli, tetapi menjadi bagian integral dari rantai pasok nasional.
Secara garis besar, model bisnis KDKMP dirancang untuk memegang tiga peran krusial. Pertama, sebagai penyedia kebutuhan barang pokok bagi masyarakat desa. Kedua, sebagai jembatan untuk mempermudah akses pembiayaan bagi warga. Ketiga, menjalankan fungsi offtake, yaitu menyerap hasil produksi masyarakat desa untuk kemudian dipasarkan secara lebih luas.
Untuk mewujudkan visi tersebut, pemerintah menyadari perlunya dukungan infrastruktur logistik yang mumpuni, mulai dari penyediaan gudang yang memadai hingga armada angkutan yang terintegrasi. Sinergi antara BP BUMN, Danantara, dan Kementerian Koperasi diharapkan mampu menciptakan ekosistem koperasi yang terukur, profesional, dan berkelanjutan, sehingga kesejahteraan masyarakat desa dapat meningkat secara signifikan.






