Strategi Besar Danantara Benahi PTPN

Author Image

Endang Wulansari

27 Oktober 2026, 18:04 WIB

Jabarpos.id – Badan Pengelola (BP) BUMN bersama Danantara kini tengah mengambil langkah agresif untuk mempercepat proses restrukturisasi di tubuh PTPN I. Langkah strategis ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan sebagai upaya nyata untuk memperkokoh kinerja keuangan, merapikan portofolio bisnis, serta membangun fondasi yang kuat demi pertumbuhan perusahaan perkebunan negara tersebut di masa depan.

Rencana besar ini menjadi topik utama dalam pertemuan intensif antara Kepala BP BUMN yang juga menjabat sebagai COO Danantara, Dony Oskaria, dengan jajaran Direksi PTPN Group. Pertemuan yang berlangsung di Wisma Danantara, Jakarta, tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan perusahaan pelat merah di sektor perkebunan ini tidak hanya sekadar bertahan, tetapi mampu berekspansi secara masif.

Strategi Besar Danantara Benahi PTPN
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dony Oskaria menjelaskan bahwa arah utama dari restrukturisasi ini adalah memastikan seluruh entitas di bawah naungan PTPN Group berada dalam kondisi finansial yang prima. Menurutnya, kesehatan keuangan adalah syarat mutlak agar setiap unit bisnis memiliki kapasitas untuk mengembangkan skala usahanya.

"Intinya, target kami adalah memastikan semuanya sehat. Mulai dari PTPN I, PTPN IV, hingga SugarCo harus dalam kondisi yang sehat. Dengan kondisi keuangan yang stabil, mereka akan memiliki kemampuan yang mumpuni untuk melakukan ekspansi bisnis ke depan," tegas Dony dalam keterangan resminya.

Kabar baiknya, upaya perbaikan ini mulai menunjukkan hasil yang menjanjikan. Dony mengungkapkan bahwa kinerja PTPN I mulai menunjukkan tren positif, yang terlihat dari perolehan EBITDA yang telah menyentuh angka Rp1,9 triliun. Selain itu, sinergi yang terjalin dengan PalmCo turut menjadi faktor kunci dalam memperkuat struktur keuangan grup secara keseluruhan.

Dalam menjalankan misi restrukturisasi ini, BP BUMN dan Danantara menerapkan beberapa pendekatan strategis. Langkah tersebut mencakup penataan ulang aset, perbaikan struktur pembiayaan, hingga optimalisasi sinergi antar-entitas di dalam PTPN Group. Salah satu inovasi yang disiapkan adalah penggunaan skema transaksi non-tunai (non-cash) serta mekanisme set-off untuk membantu meringankan beban finansial perusahaan.

Tidak hanya fokus pada angka di atas kertas, penguatan tata kelola investasi juga menjadi prioritas. Hal ini dilakukan agar setiap keputusan bisnis yang diambil oleh manajemen dapat dipertanggungjawabkan secara terukur dan mendukung keberlanjutan jangka panjang.

Dari sisi operasional, PTPN I telah menyiapkan program khusus untuk mendongkrak produktivitas komoditas unggulan mereka, seperti karet, teh, dan kopi. Target besar telah ditetapkan, di mana restrukturisasi bisnis ini diharapkan rampung pada 1 Januari 2027. Setelah itu, fokus akan beralih pada perbaikan operasional guna meningkatkan daya saing di pasar global.

Dony menekankan bahwa esensi dari penataan ini bukanlah sekadar mengubah bagan organisasi atau kepemilikan saham. Lebih dari itu, tujuannya adalah menciptakan ekosistem perusahaan yang solid dan menguntungkan. "Saya tidak akan membiarkan ada perusahaan yang merugi. Konsep penataan ini justru untuk memastikan seluruh perusahaan menjadi solid dan sehat, dengan manajemen performa yang juga berkualitas," pungkasnya.

Related Post