Kisruh RANS Carnival Yogyakarta Memanas

Author Image

Endang Wulansari

4 November 2026, 06:31 WIB

Jabarpos.id – Dunia hiburan tanah air tengah diguncang oleh polemik yang menyeret nama besar Raffi Ahmad. Perusahaan milik pesohor tersebut, PT Rans Entertainment Indonesia Tbk. (RANS), akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait rentetan permasalahan yang menyelimuti gelaran RANS Carnival Yogyakarta. Isu mengenai mundurnya sejumlah pengisi acara hingga dugaan pengerahan massa menjadi sorotan tajam publik dan investor.

Melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen RANS menyampaikan bahwa mereka menghormati keputusan para pengisi acara dan penyewa stan (tenant) yang memilih untuk menarik diri dari festival tersebut. Perseroan mengakui adanya perubahan mendadak dalam susunan acara akibat pertimbangan dari masing-masing pihak yang terlibat sebelum kegiatan dimulai.

Kisruh RANS Carnival Yogyakarta Memanas
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Salah satu poin paling krusial yang menjadi perdebatan adalah munculnya isu pengerahan warga dengan imbalan uang sebesar Rp50.000. Manajemen RANS dengan tegas membantah keras tudingan tersebut. Mereka menyatakan tidak pernah memberikan instruksi, menginisiasi, apalagi mendanai kegiatan pengerahan massa sebagaimana yang ramai dibicarakan di media sosial dan pesan singkat WhatsApp. Pihak perusahaan juga menegaskan tidak ada koordinasi dengan kepolisian maupun perangkat desa setempat untuk melakukan tindakan semacam itu.

Secara kronologis, RANS Carnival Yogyakarta sejatinya dirancang sebagai ajang hiburan gratis bagi masyarakat Sleman, Yogyakarta, yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2026. Acara ini bertujuan merangkul musisi, pelaku UMKM, hingga komunitas kreatif lokal. Namun, suasana memanas setelah kehadiran Raffi Ahmad dalam peringatan Sumpah Pemuda di Bundaran HI, Jakarta, pada akhir Oktober lalu menjadi bahan perbincangan publik. Meski Polda Metro Jaya telah mengklarifikasi bahwa Raffi hanya hadir sebagai tamu undangan, situasi tersebut disinyalir turut memengaruhi dinamika persiapan acara di Yogyakarta.

Menanggapi mundurnya para musisi ternama, manajemen menjelaskan bahwa hal tersebut murni merupakan keputusan mandiri dari para artis berdasarkan situasi yang berkembang. Sebagai langkah mitigasi, RANS memutuskan untuk tetap menjalankan acara dengan konsep yang lebih sederhana. Fokus utama kini dialihkan pada keterlibatan musisi lokal dan pelaku usaha kecil agar acara tetap berjalan sesuai jadwal.

Terkait dampak ekonomi, perseroan saat ini tengah melakukan evaluasi mendalam terhadap laporan realisasi keuangan. Meski terdapat penyesuaian pada pendapatan dan beban penyelenggaraan, manajemen meyakini bahwa kendala ini tidak akan memberikan dampak material yang signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan maupun arus kas operasional.

Ke depannya, RANS berkomitmen untuk memperketat manajemen risiko dalam setiap penyelenggaraan acara. Langkah strategis seperti peningkatan koordinasi dengan pemerintah daerah, pemantauan isu media yang lebih intensif, serta penguatan prosedur pengawasan promosi akan dilakukan guna mencegah terulangnya insiden serupa yang dapat mencederai reputasi perusahaan.

Related Post