Beranda / Berita / Kejutan dari Bos Pertamina: Merger Pelita Air dan Garuda Indonesia Semakin Dekat!

Kejutan dari Bos Pertamina: Merger Pelita Air dan Garuda Indonesia Semakin Dekat!

Kejutan dari Bos Pertamina: Merger Pelita Air dan Garuda Indonesia Semakin Dekat!

Jabarpos.id, Jakarta – Kabar gembira sekaligus mengejutkan datang dari PT Pertamina (Persero) terkait rencana penggabungan (merger) dua maskapai penerbangan milik negara, Pelita Air dan Garuda Indonesia. Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengungkapkan bahwa proses merger ini sedang berjalan dan ditargetkan selesai sebelum akhir Desember 2025.

Menurut Simon, kajian penggabungan Pelita Air ke Garuda Indonesia dilakukan bersamaan dengan upaya integrasi tiga anak usaha Pertamina lainnya di sektor energi, yaitu Pertamina Patra Niaga, Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan Pertamina International Shipping (PIS). Proses integrasi ini merupakan bagian dari restrukturisasi yang sedang dilakukan Pertamina di bawah arahan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Baca juga:  Emas Jadi Primadona Investasi? Menko Airlangga Ungkap Potensi Keuntungan Fantastis
Kejutan dari Bos Pertamina: Merger Pelita Air dan Garuda Indonesia Semakin Dekat!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Prosesnya masih berjalan sekarang, jadi kita tentunya minta arahan dan laporkan ke Danantara. Jadi prosesnya masih berjalan, memang kita targetnya sebelum akhir Desember 2025 sudah restrukturisasi, itu sudah jalan," ujar Simon di sela acara di Jakarta.

Pertamina berharap seluruh proses restrukturisasi, termasuk merger Pelita Air dan Garuda Indonesia, bisa dieksekusi tepat waktu, bahkan mungkin lebih cepat dari target. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi bisnis berkelanjutan yang dilakukan Pertamina, termasuk merger dan spinoff sejumlah unit bisnis.

Baca juga:  Makan Bergizi Gratis: Himbara Siap Kucurkan Dana?

Sebelumnya, rumor merger Pelita Air dengan Garuda Indonesia telah beredar sejak tahun lalu. Manajemen Garuda Indonesia pun telah mengakui adanya rencana merger ini. Kementerian BUMN juga telah memberikan lampu hijau, dengan alasan penggabungan ini untuk memenuhi kebutuhan armada pesawat di Indonesia. Garuda Indonesia akan fokus pada layanan premium, sementara Pelita Air akan menjadi opsi premium ekonomi dan low cost.