JABARPOS.ID – Penghentian insentif motor listrik oleh pemerintah menjadi perhatian serius bagi industri pembiayaan. Direktur Penjualan, Pelayanan & Distribusi Adira Finance (ADMF), Niko Kurniawan, mengakui bahwa insentif memiliki dampak signifikan, mencapai 30-40% dari harga motor listrik.
Menyikapi situasi ini, Adira Finance telah menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya adalah dengan memaksimalkan ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 untuk mendorong penyaluran pembiayaan. Targetnya, ada peningkatan sebesar 15-20% dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kami menargetkan (penyaluran pembiayaan) kita naik 15% sampai 20% dari pada tahun sebelumnya di gelaran ini," jelasnya.
Promo pembiayaan motor dengan bunga mulai dari 0% per tahun untuk merek dan tipe tertentu menjadi andalan. Selain itu, subsidi uang muka hingga Rp7,5 juta juga disiapkan khusus untuk pembiayaan motor listrik. Langkah ini diharapkan dapat menjaga minat masyarakat terhadap motor listrik, meski tanpa insentif pemerintah.




