jabarpos.id, Jakarta – Holding Group Bakrie, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), baru saja mengantongi lampu hijau untuk menggelar Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau yang lebih dikenal dengan rights issue. Keputusan penting ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Direktur Utama & CEO BNBR, Anindya N. Bakrie, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk mengoptimalkan struktur pendanaan terkait akuisisi PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT). "Perseroan menilai perlu untuk melaksanakan PMHMETD dalam rangka optimalisasi struktur pendanaan terkait Pengambilalihan PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT)," ujarnya kepada awak media usai RUPSLB.

Dalam aksi korporasi ini, BNBR berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 90 miliar saham baru seri E. Saham-saham baru ini akan diambil dari portepel Perseroan dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Meski harga pelaksanaan dan target dana yang akan dihimpun baru akan ditentukan pada 9 Maret mendatang, Anindya mengungkapkan bahwa BNBR membidik dana segar antara Rp4 triliun hingga Rp6,5 triliun. Dana hasil rights issue ini rencananya akan digunakan untuk pembayaran utang perusahaan atau entitas anak kepada kreditur, serta untuk modal kerja dan pengembangan usaha, termasuk CCT.
Lebih lanjut, Anindya menambahkan bahwa rights issue ini juga bertujuan untuk menekan rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) BNBR dari 500% menjadi 200%. "Apa gunanya rights issue ini adalah untuk membayar utang daripada akuisisi tersebut. Dan ini membuat debt to equity yang tadinya lima kali menjadi dua kali lipat. Jadi menjadi lebih sehat, lebih liquid, dan bisa menatap masa depan dengan lebih baik," jelasnya.
Direktur BNBR, Roy Hendrajanto M. Sakti, menargetkan seluruh proses rights issue ini dapat diselesaikan pada bulan Juni mendatang. Pihak manajemen BNBR meyakini bahwa rencana PMHMETD ini akan memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan Perseroan, memperkuat kinerja operasional dan struktur permodalan BNBR.
Anindya juga menambahkan bahwa aksi korporasi ini akan meningkatkan kemampuan Perseroan untuk melakukan ekspansi usaha, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada laba Perseroan dan diharapkan dapat meningkatkan imbal hasil nilai investasi bagi seluruh pemegang saham Perseroan. jabarpos.id mencatat, setelah aksi ini, rasio total pinjaman terhadap total aset diperkirakan turun dari 84,28% menjadi 67,9%, dan rasio total pinjaman terhadap total ekuitas turun dari 536,02% menjadi 211,57%.
Namun, Anindya mengingatkan bahwa rencana PMHMETD ini akan memberikan pengaruh kepada pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD miliknya untuk melakukan pembelian Saham Baru, yang mana persentase kepemilikan saham di Perseroan akan terdilusi hingga sebanyak-banyaknya 33,33% setelah dilaksanakannya HMETD.





